Perasaan Bersalah

1211 Words

Malam itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Arman berdiri di balkon kamarnya, menatap lampu kota yang berkelip di kejauhan, sementara angin malam menyapu pelan wajahnya. “Aku terlalu jauh…” gumamnya lirih. Pikirannya berputar tanpa henti. Untuk pertama kalinya, ia tidak memikirkan pekerjaan atau strategi bisnis. Yang ada di benaknya hanya satu sosok. Nindya. Semua sikapnya di masa lalu kembali terulang, seperti potongan film yang dipaksa untuk ditonton ulang. “Aku bahkan gak mencoba untuk mengerti dia…” bisiknya. Ia teringat bagaimana dulu ia mempercayai semua kata-kata Ratna tanpa ragu. Bagaimana ia memilih untuk bersikap dingin, menjaga jarak, bahkan menyakiti tanpa alasan yang benar. Dan yang paling menyakitkan, ia melakukannya pada seseorang yang tidak pernah benar-benar melawan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD