Bantuan yang Tak Terduga

1176 Words

Malam mulai turun perlahan ketika Nindya akhirnya sampai di rumah. Ia tidak langsung masuk. Tangannya masih menggenggam ponsel, menatap layar yang dipenuhi data dan pesan yang belum sepenuhnya selesai ia cerna. Lampu teras menyala redup, menciptakan bayangan panjang di halaman. “Aku gak bisa gegabah…” bisiknya pelan. “Sekali salah langkah, semuanya bisa berbalik.” Ia akhirnya keluar dari mobil, langkahnya tenang namun pikirannya terus bergerak. Setiap potongan informasi tentang Adrian, Ratna, dan ibunya Arman mulai membentuk pola yang semakin jelas. Nindya berhenti sejenak sebelum membuka pintu. “Tapi kalau aku terlalu lama…” gumamnya. “Mereka bisa lebih dulu bergerak.” Di dalam rumah, Arman berdiri tepat di ruang tengah, seolah sudah menunggu sejak lama. Tatapannya langsung tertuju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD