Pengakuan yang Terlambat

1363 Words

“Kenapa akhir-akhir ini aku terus memikirkanmu…?” Arman bergumam pelan pada dirinya sendiri sambil memandang keluar jendela ruang kerjanya. Sinar matahari pagi jatuh miring di atas meja kayu besar yang dipenuhi beberapa dokumen produksi. Namun sejak tadi ia hampir tidak membaca satu pun dari laporan itu. Pikirannya kembali melayang pada satu orang… Nindya. Sejak beberapa minggu terakhir, ada sesuatu yang berubah dalam dirinya. Cara ia memperhatikan Nindya, cara ia merasa tidak nyaman ketika melihat perempuan itu terlihat lelah, bahkan perasaan aneh yang muncul setiap kali memikirkan kemungkinan kehilangan Nindya. Semua itu tidak lagi terasa seperti kewajiban seorang suami. Arman menutup map laporan di depannya. “Apa sebenarnya yang terjadi denganku…” gumamnya. Ia bersandar di kursiny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD