Kekuatan Bukti

1134 Words

“Aku gak bisa menunggu lebih lama.” Nindya bergumam pelan sambil menatap layar laptop di meja kerjanya. Pagi masih terasa tenang di rumah itu. Cahaya matahari masuk melalui jendela kamar, menerangi tumpukan dokumen, catatan kecil, dan beberapa perangkat penyimpanan yang berserakan di meja. Sejak beberapa minggu terakhir, kamar kecil itu berubah menjadi tempat Nindya menyusun satu per satu potongan kebenaran. “Semua ini harus berakhir,” katanya lirih. Ia membuka kembali folder yang berisi bukti-bukti yang telah ia kumpulkan. Foto-foto yang pernah dipakai untuk memfitnahnya, tangkapan layar percakapan, hingga rekaman suara dari pria yang dulu disewa Ratna. Namun Nindya tahu satu hal, semua itu belum cukup untuk benar-benar menghancurkan kebohongan yang sudah dibangun begitu rapi. “Ratn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD