Ujung Tanduk

1151 Words

“Nin, aku perlu bicara sama kamu.” Suara Arman terdengar dari ambang pintu kamar kerja Nindya. Perempuan itu yang sedang menatap buku catatannya langsung menoleh. Arman berdiri di sana dengan wajah yang terlihat lebih serius dari biasanya. “Kamu sibuk?” tanya Arman. Nindya menutup bukunya perlahan. “Gak juga.” Arman melangkah masuk beberapa langkah. “Aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja.” Nindya menatapnya sejenak. “Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?” Arman menghela napas pelan. “Aku merasa akhir-akhir ini kamu seperti memikul sesuatu sendirian.” Beberapa detik ruangan itu hening. “Aku hanya sedang menyelesaikan beberapa hal,” jawab Nindya akhirnya. Arman menatapnya seolah ingin bertanya lebih jauh, tetapi ia menahan diri. “Kalau ada sesuatu yang bisa aku ban

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD