Bab 17 - Kabur Dari Rumah

1098 Words

Nara yang sangat muak dengan semua peraturan Raka hanya bisa berjalan mundar-mandir di dalam kamarnya. Langkahnya cepat, lalu melambat, lalu cepat lagi. Seolah lantai marmer itu ikut menertawakan kegelisahannya. Setiap sudut kamar terasa seperti pengingat bahwa ia sedang terkurung, bukan dilindungi. Ia berhenti di depan jendela, menatap tirai yang tertutup rapat. “Bahkan menghirup udara pun harus diatur,” gumamnya pelan, rahangnya mengeras. Tak tahan lagi, Nara meraih gagang pintu dan keluar. Lorong rumah itu sunyi, terlalu sunyi. Ia melangkah ke balkon depan kamarnya. Begitu pintu kaca terbuka, udara luar menyambutnya. Dingin, bebas, namun hanya sebentar. Nara menyandarkan kedua tangannya di pagar balkon, menatap taman luas di bawah yang terlihat indah tapi terasa jauh. Pikirannya ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD