Tak tak tak “Bisa diam nggak kau Dek? Dari tadi kau hentakkan kaki mu itu ke meja ku, mau kau bolongin rupanya itu?” Protes Wahyu membanting penanya ke atas meja karena kegiatan random dari pegawainya satu itu. “Balik lah kau kerja sana, udah bukan di sini lagi tugas mu Bening, udah selesai rupanya tugas mu itu?” tegur Wahyu karena hampir seharian Bening mengintili kemanapun dirinya pergi sekalinya ditanya Bening hanya diam seolah sedang memendam sesuatu. “Aku mau nanya loh ini bang, tapi tunggu dulu mau mikir, biar enak nanya nya.” Wahyu yang memang dikejar waktu membaca semua berkas yang akan ia sidangkan dalam waktu dekat hanya berdehem ringan. “Kalau aku konsultasi aja gimana bang?” tawar Bening menimbang apakah jujur atau menahannya lebih lama lagi. “Apa rupanya dek, jujur aja p

