5. Aku Merasa Tersanjung

851 Words
Mia berjalan riang menyusuri gang rumahnya. Rayhan menunggunya di tepi jalan. Rayhan melambaikan tangannya saat melihat Mia dari kejauhan berjalan ke arahnya. Ia kemudian menyerahkan helm kepada Mia setibanya gadis itu di sisinya. Sesaat .... Rayhan terpana melihat Mia. Gadis di depannya begitu indah dipandang mata. Rambut panjang, ikal sepinggang berwarna hitam pekat seperti malam gelap. Indah nian... Perut yang ramping, dengan b****g dan d**a yang berisi. Mia tidaklah tinggi semampai seperti model catwalk, tapi postur tubuhnya begitu indah sedap dipandang mata. Tentu saja akan menarik pandangan siapa pun yang melihatnya. Bibirnya penuh merekah sempurna. Kecantikannya bertambah berlipat-lipat di saat ia tersenyum. "Ayo Mia naik" Rayhan mempersilahkan Mia menaiki motor miliknya. "Kita mau makan di mana." Mia bertanya setelah menapakkan dirinya pada dudukan sepeda motor sport milik Rayhan. "Liat saja nanti, tapi tempat makannya hanya tempat makan sea food biasa saja bukan restoran mahal." "Tak masalah." Mia mengangguk pelan dan tersenyum. Rayhan mulai menjalankan motornya sembari ia memajukan duduknya. "Maaf, Mia. Bisakah kamu duduk sedikit lebih mundur? Aku merasa sempit di depan sini. Rayhan merasakan getaran tak biasa saat tubuh Mia melekat pada punggungnya. "Oh, Ok. Mia kemudian memundurkan duduknya. Dia merasa malu karena Rayhan yang menjaga jarak kepada dirinya. "Orang ini berbeda dengan lelaki kebanyakan. Sering kali lelaki malahan sangat suka berdekatan dan mencari kesempatan untuk dapat dekat dan bersentuhan dengan perempuan." Mia menggumam dalam hati Mereka pun asyik berbincang ringan. Mia merasa bahagia. Terkadang ia merentangkan tangannya. Merasakan angin lembut melewati sela jemarinya. Wajahnya. Angin mengibarkan rambut Mia. Hatinya berbunga bagai musim semi di negri sakura. ~Beberapa menit kemudian~ "ini tempatnya" Rayhan memakirkan sepeda motornya. Mereka berjalan beriringan memasuki tempat makan itu. Memang sangat sederhana, tempat makan ini hanyalah tenda dengan kursi dan meja di pinggiran jalan. "Kamu mau makan apa? Semua makanannya enak, tapi kepitingnya juara." Rayhan bertanya seraya melihat selembar kertas menu. "Oh ya? Aku mau mencoba kepitingnya." Mia sangat antusias penuh minat. Mereka memesan makanan dan minuman. Dan segera menyantapnya begitu makanan datang. "Kamu tidak bekerja Mia?" Rayhan mengarahkan pandangan kepada Mia. Ia menatap wajah Mia dengan seksama. "Tidak aku mendapatkan libur dua hari setiap dua minggu." Mia tersenyum dan menunduk saat pandangan mata mereka bertemu. Ia merasa malu jika riak matanya menunjukan binar ketertarikan kepada Rayhan. "Kamu mau jalan-jalan setelah kita selesai makan?" "Tentu, kemana?" Mia bersemangat. Dia merasa senang Rayhan mengajaknya jalan-jalan. Karena memang itulah harapannya. "Kita hanya jalan-jalan ke pinggiran kota saja." "Baiklah" wajah Mia merona karena bahagia *** Angin malam bertiup lembut menyibakkan rambut Mia. Mereka berdua duduk di taman yang berada di tepian sungai. Mereka mengamati sungai yang memantulkan pemandangan lampu kota. Lampu LED warna warni yang menghiasi jembatan kota. Sungguh indah saat malam hari *siring seperti memiliki keindahan yang berbeda. Mereka berbincang ringan dan terkadang bercanda. Dalam diam Rayhan Mengamati wajah Mia, meski ia selalu menundukan wajahnya apabila Mia menatapnya dengan lekat. Seringkali mereka terdiam membisu tanpa tau harus berkata apa. Kecanggungan seringkali menyelinap hadir di antara mereka tanpa diundang. "Mia kita naik kapal, yuk. Pemandangan dari sungai sangat cantik di malam hari" "Baiklah, aku juga belum pernah naik kapal di sini saat malam hari." Mia mengangguk perlahan seraya tersenyum. Mereka berdua berjalan beriringan menuju loket untuk membeli tiket naik kapal lalu menaikinya setelah menyerahkan tiket kepada penjaga yang berdiri di dermaga. Setelah mereka menunggu beberapa menit, kapal siap berangkat mengarungi sungai kota Batu. Sungai besar yang membelah kota hingga ke pelosok kota ini. Kapal wisata itu berkapasitas maksimal dua puluh orang. Sisi-sisinya berhiaskan lampu kecil dengan berbagai macam warna Rayhan membantu Mia naik dengan memberikan tangannya. Mereka duduk di bagian atap kapal. Sangat indah pemandangan kota dari sungai Merdeka di malam hari. Lampu-lampu dari gedung tinggi dan rumah-rumah di tengah perkotaan. Gemerlapan bagai taburan bintang dilangit Mia menyandarkan kepalanya pada bahu Rayhan yang kokoh. Ia melepaskan napas panjang. Melarutkan segala kesedihan pada aliran sungai yang deras. Kesunyian hadir di tengah-tengah mereka.Yang terdengar hanya suara deru dari mesin kapal dan suara gemericik air akibat putaran baling-baling kapal yang berputar cepat Mia merasa sangat nyaman bersandar di tubuh Rayhan. Dia merasa seperti memiliki seseorang untuk menyandarkan permasalahan hidupnya. "Mia, bolehkah aku meminta sesuatu?" suara Rayhan memecah kesunyian. "Apa? Mau minta apa?" Mia Memandangi Rayhan dengan tatapan sangat dalam. Dadanya terasa berdebar lebih cepat dari biasanya. Ia berharap itu permintaan yang spesial dari Rayhan. "Boleh aku memegang tanganmu? Bisa kita bergandengan tangan?" Tatapan mata Rayhan memandang Mia dengan penuh pengharapan. Mia terkejut. Dia menelan ludah untuk membasahi tenggorokannya yang tercekat. "Itu?! Hanya itu yang kau inginkan? Suara Mia terdengar kecewa. Ia mengharapkan Rayhan meminta hal yang lain. "Ya, hanya itu Mia. Boleh?" Rayhan memberikan telapak tangannya menanti Mia meraihnya "Tentu saja boleh." Mia memberikan tangan kanannya. Ia tersenyum. Rayhan langsung mengecupnya punggung tangan Mia saat mendapatkannya. Seketika ... Mia merasa hatinya menghangat. Belum pernah dia diperlakukan begitu baik oleh lelaki. Bahkan Rayhan meminta izinnya hanya untuk sekedar menyentuh tangannya. Ia merasa sangat tersanjung. Mia merasa diperlakukan secara berbeda dari lelaki yang sering kali Ia temui sebelumnya. Mia melayang tinggi dalam kebahagiaan yang belum pernah dia rasakannya seumur hidupnya. Dada Mia bergetar hebat merasakan tetesan embun cinta yang turun membasahi hatinya yang kering.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD