19.00 malam. Entah mengapa, Revan memikirkan Cia. Ia khawatir, gadis itu akan salah paham. Mengingat, gadis itu bertingkah laku seakan menyukai Revan. Revan tidak ingin masalah seperti ini akan menjadi rumit. Tapi sepertinya, Cia bukan tipikal cewek yang terlalu terbawa suasana. Dari tingkahnya saja, Revan dapat menilai, Cia bisa melupakan masalah dengan cepat. "Bodo lah," ucap Revan sedikit nada frustasi. Revan berdiri dari duduknya dan melangkah keluar dari kamar. Ia menuruni anak tangga satu persatu dengan kedua tangan yang ia masukan di kedua saku celananya. Cool, itulah yang dapat di deskripsikan untuk Revan. Revan menghampiri Ibunya yang tengah santai menonton televisi. Ia tersenyum melihat wanita yang masih cantik itu. "Mama," panggil Revan. Zara -Mama Revan- langsung me

