Cia menatap layar ponselnya dan berulang kali membaca pesan super singkat namun menyakitkan itu. Jauhin Revan! Hanya dua kata. Dapat membuat Cia lemah. Mampukah ia menjauhi kakak seniornya? Layar ponselnya berubah saat Mila menelponnya. Lekas ia mengusap ke kanan untuk mengangkat panggilan tersebut. "Ci, lo udah siap? Ini gue sama yang lain mau jemput lo," ucap Mila di sebrang telpon sana. Sesuai janji tadi siang, mereka akan nongkrong di cafe biasa tempat Mila kunjungi bersama personil five's handsome. Namun, tanpa Revan. Sepertinya. "Iya, Cia udah siap kok," jawab Cia sembari melangkah ke meja riasnya untuk melihat-lihat lagi penampilannya. "Oke. Tunggu ya." Panggilan terputus secara sepihak. Setelah itu, Cia keluar dari kamarnya untuk menemui Ayahnya. Ia ingin meminta izi

