Pagi ini, Cia akan aktif kembali ke sekolah. Ia sudah lengkap memakai baju seragamnya. Rambut yang ia kuncir kuda membuat dirinya terlihat lebih segar. Dengan poni menyamping sebagai ciri khasnya. Cia menyambar tas dan ponselnya. Lalu, ia keluar kamar dan turun ke bawah. Benar kata Jessie, tidak ada yang perlu di takutkan. Ini rumah ayah kandungnya. Walau ayahnya terkadang memarahinya, tapi dibalik itu, ayahnya menyayanginya. Cia melihat kakak serta ibu tirinya sedang memakan sarapan mereka. Namun, kursi yang biasa ayahnya duduki itu kosong. Ia menoleh ke arah ruang tengah dan mendapati ayahnya tengah membaca koran. Cia melangkah menghampiri ayahnya. "Ayah," panggil Cia. Putra menoleh dan tersenyum. Ia melipat koran yang ia baca, "Udah turun? Ayo--" ucapan Putra terpotong. "Aya

