40. Jessie dan Amanda

1629 Words

Suasana rumah kali ini benar-benar sepi. Hanya terdiri dari tiga orang yang menghuni. Membuat suasana rumah itu semakin mengerikan.  Putra menatap ke depan dengan tatapan kosong. Pikirannya saat ini tertuju ke putri-nya. Cia. Pintu ruang kerja Putra di buka perlahan, terlihat Maya masuk dengan membawa segelas cangkir di genggamannya. Ia melangkah menghampiri Putra yang tidak sadar akan kedatangannya. "Sayang, apa yang kau pikirkan?" Putra terkejut dan terbangun dari lamunannya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali menatap Maya yang berdiri menatapnya. "Tidak, tidak." Maya menyunggingkan senyumnya, "Aku tau. Pasti gara-gara putri-mu itu kan? Ke mana dia sekarang. Tidak pulang-pulang." Putra semakin mengerang frustasi karena ucapan Maya. Ia juga marah karena Cia tidak pulang-pulan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD