Cerita berawal
Bel tanda jam pelajaran usai menggema diseantero sekolah, Kania Sukma Prameswari seorang tenaga pengajar honorer bahasa asing segera menutup pelajarannya hari ini dan kembali mengingatkan murid-muridnya untuk tidak lupa mengerjakan tugas yang telah Kania berikan yang harus dikumpulkan minggu depan. Setelah membereskan buku-buku nya ia menyambar tasnya dan segera melenggang menuju ruangan kantor. Diluar kelas ternyata sudah menunggu Pak Satya yang akan mengajar bidang studi lain,,
"Sudah selesai, Bu?"tanyanya ramah,
Kania tersenyum seraya menjawab
"sudah pak, silakan. saya langsung ke kantor ya pak, permisi".
Pak Satya mengangguk. segera masuk kelas.
Kania pov
Tak biasanya Kantor terdengar ramai, sepertinya ada tamu, benar saja di tengah ruangan kantor ada dua orang yang baru ku lihat hari ini, seorang lelaki paruh baya bersama seorang yang kutaksir usianya gak jauh dari usiaku,, melewati ruang kantor Kepsek aku mengulas senyum pada atasanku lalu duduk di meja kerjaku,, selama mengajar aku berdiri rasanya pegal makanya b****g ku meminta tempat ternyaman disini.
" waaaah kok saya baru tahu ya kalau ada yang bening disini? "
seloroh lelaki paruh baya itu tiba-tiba hingga membuat ku jengah karena sontak semua mata tertuju padaku,, demi mendengar ucapannya,, disusul gelak tawa Pak Ardi, guru senior yang posisi nya bersebelahan dengan mejaku
tanpa suara melalui kode bahasa bibir aku bertanya pada Pak Ardi
"siapa? "
rupanya orng itu peka juga,, langsung memperkenalkan dirinya
"perkenalkan saya Suharyanto, tapi cukup panggil saja saya Yan"
katanya padaku saat itu,,
"oh ya ini Dirga keponakan saya yang selalu menemani saya kemanapun
Jujur aku bingung melihat sikapnya yang seakan udah kenal akrab padahal baru sekarang bertemu pun,,berbanding terbalik dengan karakterku yang justru cenderung datar apalagi sama orang yang belum begitu aku kenal baik tapi walau begitu aku akhirnya bersuara juga sambil tetap duduk dan menangkupkan kedua tanganku di depan dada
"saya Kania pak,, saya memang terbilang baru disini dan saya mengajar bidang studi bahasa asing pak.." jelasku
bersambung
"Neng Kania udah lama mengajar disini?"
tanya Pak Yan pada gadis berusia 23 tahun itu yang tengah sibuk mengisikan perolehan nilai ulangan harian murid-muridnya sesuai yang diminta oleh Bu Riska selaku guru Wali kelas.
"belum lama pak, baru beberapa bulan ini saya disini" tuturku mencoba ramah.
"waaahh masaa sih?? kok saya baru lihatnya sekarang ya? " Mata pak Yan terus mengamati aktivitas Kania seakan gak mau lepas, diam-diam lelaki itu mengagumi paras ayu gadis muda dihadapannya seraya terbersit satu niat dalam hatinya. Entah apa itu.
Penasaran kaaannn????? penasaran gak penasaran gak??? penasaran donk, masa nggak.
bersambung
Risih. Sepertinya itu kata yang paling tepat untuk mewakili perasaanku saat itu
"ckk,, hari ini hari apa sih kok kayaknya apes bener dah gue ketemu orang modelan begono?? "bathinku menggerutu kesal. Bagaimana tidak,,pakYan terus saja menatapku dan mengajakku ngobrol sementara pekerjaanku gak kunjung selesai.
"Mana sini no kontaknya neng,?? bapak minta boleh??? katanya tiba-tiba membuatku terpana mencerna kata-katanya barusan, memaksaku mendongakkan kepalaku yang sedari tadi tertunduk berkutat dengan daftar nilai yang tengah ku rekap. "Tt- tapi untuk apa, pak?? "tanyaku bodoh,demi mendengar permintaan pak Yan membuat otakku blank seketika.
"Udaahh, pokoknya dijamin ga nyesel deh,, ya kan bu??? "tukasnya lagi sambil melirik Bu Fatma, Kepala Sekolah disini yang berarti atasanku seolah meminta dukungan. Bu Fatma hanya mengangguk dan tersenyum penuh arti saat aku juga menatap beliau seketika dan seolah menjawab agar aku memberi saja apa yang diminta pak Yan tadi. Aku berkerut "ada apa ini sebenarnya?? " cuma bisa bergumam dalam hati. baiklaahhh...
0813xxxxxxx. akhirnya serentetan no itu ku tuliskan juga di secarik kertas dan menyerahkannya pada Pak Yan yang sukses membuatku Auto bingung. ya sudahlah, Positive Thinking aja daripada mumet dipikiran.
Selain mengajar, aku juga bekerja disebuah kantor redaksi mass media komunitas profesi dikotaku,,, hingga akupun sekarang ini hidup mandiri terpisah dari orangtuaku, menyewa kamar kost yang tak jauh dari kantorku,, walau aku harus berbagi waktu antara mengajar dan pekerjaan sebagai kuli tinta dan pastinya cukup melelahkan fisikku,, namun aku sangat enjoy menjalaninya terlebih suasana kantor yang nyaman dan sarat dengan nilai-nilai kekeluargaan membuatku betah. begitu pula dengan suasana di rumah kost ku yang sudah seperti rumah kedua untukku, Ibu Kost dan semua penghuni kamar kost sangat baik sudah seperti ibuku dan, saudara sendiri.Trully Comfort deh pokoknya.