Jiwon merebahkan diri di ranjang ukuran king size miliknya. Dalam benaknya masih tergambar jelas rekaman CCTV yang tadi dilihatnya. Dan jelas ia tahu siapa yang bisa melakukan hal seperti itu. Tapi Sihoon mencarinya. Kakaknya memburu orang itu. Dan orang itu adalah temannya, sahabatnya, dan orang yang menyelamatkan hidupnya. Bagimana bisa Jiwon dengan tidak tahu diri mengatakan pada Sihoon bahwa ia tahu siapa orang yang bisa melakukan gerakan kilat seperti itu ? Bagaimana mungkin ia menghancurkannya hanya dengan satu kalimat ? Tidak. Jiwon tidak akan sanggup melakukan hal itu. “Lain kali, kau harus berusaha sendiri. Aku tak memiliki banyak waktu untuk melakukannya lagi…” “Aku pergi. Jaga dirimu…” “Kau tahu ? Yang tadi itu hebat. Bagaimana kau melakukannya ?” “Hanya kebetulan mungkin.”

