Sihoon sudah berdiri didepan ruangan adiknya saat seorang dokter paruh baya keluar dari ruang operasi. Wajahnya tampak lelah dan keningnya berkeringat. Dengan senyum menenangkan sang dokter menghampiri Sihoon yang berdiri tegang disana. Sementara Sihoon menatap penuh harap pada pria itu tanpa sepatah katapun. “Selamat, Jiwon sudah mendapatkan jantung baru.” Ucapnya lembut. Sihoon menatap lama pada dokter, “Terimakasih banyak, dokter. Apa aku bisa melihatnya ?” tanya Sihoon kemudian. “Aku mengerti kekhawatiranmu, tapi maafkan aku. Kau belum bisa menemuinya. Kami harus meninjau selama beberapa hari apakah jantung barunya cocok untuk jiwon.” Jelas dokter. “Apakah ada kemungkinan seperti itu ?” tanya Sihoon lagi. Dokter mengangguk. “Tentu saja. Aku berharap jantungnya cocok.” “Bagaimana

