"Maaf, anda siapa?" Santi bertanya karena dia belum pernah melihat dua wajah itu sebelumnya. "Saya Mama dan adiknya Kania. Buka pintunya karena pasti Kania tidak akan menolak kedatangan kami." "Maaf, saya akan ijin pada Nyonya dulu." "Apa kau tuli? Aku bilang aku ini Mamanya Kania!" sentakan suara keras yang keluar dari bibir Seruni membuat Santi langsung bersedia membukakan pintu. "Silakan masuk, Nyonya." Santi membuka pintu gerbang bagi Seruni dan Catherine namun dengan kasarnya Seruni mendorong tubuh art itu hingga dia mundur beberapa langkah kebelakang. "Harusnya art seperti dirimu dibuang karena tidak becus." ucap Seruni dengan tatapan merendahkannya sebelum akhirnya melangkahkan kakinya semakin jauh ke halaman rumah besar itu. "Harusnya kau yang dapatkan bos bangsatmu itu dan

