90.

1186 Words

"Maaf apakah kamu lihat wajahku aneh atau apa?" Kania buru-buru menghampiri resepsionis dan bertanya kepada wanita cantik yang selalu tersenyum ramah pada tiap orang yang masuk ke Nusa Jaya itu namun bukannya menjawab pertanyaan Kania, wanita itu justru tersenyum dengan segan. "Maaf Bu. Tidak ada yang aneh dengan Anda. Anda sempurna seperti biasa." Kania menyerngitkan alisnya saat sapaan Bu keluar dari bibir wanita yang biasanya memanggilnya Mbak. Kania menghela atas panjang, "Bicara saja. Saya tidak akan marah kok." Kania bisa saja bertanya pada Abel tapi masalahnya di jam itu, orang produksi sedang briefing dan Abel pastinya sedang tidak memegang ponselnya. "Saya tidak enak hati untuk bertanya." wanita itu menggigit bibirnya keras, "ini mengenai Bu Kania dan juga Tuan Daniel." "Apa?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD