"Mama sedih tenapa?" Aruna menatap sang ibu penuh rasa ingin tahu, "Apakah ini kalena Oma dan nenek yang pelgi dari rumah?" Manic itu berkedip dengan polosnya, "Apakah Oma dan Nenek pelgi kalena mama nakal?" "Siapa yang nakal? Mama tidak nakal." Kania mengakhiri acara bertopang dagunya dan menatap Aruna lelah. "Kalau mama tidak nakal tenapa Mama dan Nenek pelgi. Pasti ada sesuatu yang membuat meleka malah." sambung Arkana yang datang dan duduk di samping sang adik, "Lodikanya sih beditu." sambung si sulung. "Menulut Ayah, apa yang membuat Oma dan Nenek tidak mau tinggal disini lagi?" Aruna langsung menanyakan hal ini pada Daniel begitu pria itu duduk di meja makan. "Bagaimana kalau pendapat Ayah sama dengan pendapat kalian berdua?" "Jadi benal, Mama nakal dan membuat Oma dan Nenek ma

