Salma Kerelia Santoso
perempuan yang sedari tadi mendengarkan lagu what is love dari twice di headseat terus saja tersenyum senyum sendiri seraya menumpukkan kepala di kepalan tangan kirinya.
bukan tanpa sebab ia seperti itu, hal yang membuat nya tersenyum dengan manis ialah karena sedang menghayal bagaimana percintaan indah yang akan dilewati dengan pujaan hati nya nanti.
perempuan itu juga membayangkan bagaimana laki laki bad boy memegang dagunya, atau laki laki cool boy menyatakan perasaan padanya. atau bisa saja ketua osis tampan menggandeng tangan nya seolah ia orang yang spesial, ah apalagi jika laki laki manis mencoba menggoda nya saat mereka berkencan.
ah membayangkan semua itu ia jadi merasa ada di surga.
sudah banyak novel novel remaja yang ia baca, mulai dari buku cetak, novel di w*****d, ataupun di google e-book. dan semuanya ia jadikan rencana untuk kisah cintanya dengan orang di hatinya nanti.
tapi, kapan?
"ah! kapan ya pangeran berkuda putih datang?" perempuan itu tersenyum malu malu, sungguh ia tidak sabar.
"AMEHHHHHHHHH"
merasa terpanggil, perempuan yang sedari tadi mengkhayal di meja belajar nya buru buru melepaskan headseat di telinga dan langsung beranjak keluar kamar untuk mencari sumber suara tadi.
setelah ia menekan knop kamar dengan cepat, salma langsung menyembulkan wajahnya di pintu kamar, dimana menampakkan sang bunda telah memegang kedua pinggang pertanda ia sedang kesal.
melihat itu, salma hanya tersenyum kikuk, sepertinya karena memakai headseat ia tidak dengar panggilan bunda sebelumnya.
"ngapain kamu? mengkhayal lagi? udah bunda bilang jangan ngehalu terus! kamu itu mikirin pangeran impian kamu terus yang gak dateng dateng itu mulu ya! lama lama bunda kesel juga ngeliatnya!" gerutu sang bunda sudah mengenal anak keduanya. salma, dengan kehalusinasian tingkat dewa tentang romansa percintaan.
" Yaudah daripada ngekhayal gak jelas, mending kamu anterin kakak kamu ke kantornya buat pemotretan! dan jangan lupa bawain perlengkapan yang dia butuhin di sana!" suruh sang bunda.
ia sudah terbiasa mengantarkan kakak nya yang berprofesi sebagai model itu. jika boleh jujur, salma malu seperti ini.bukan karena apa-apa, memang jika dibandingkan antara ia dan kakak nya wajahnya sangat berbeda jauh, kakaknya cantik dan anggun, sementara dia? penuh jerawat dan komedo. kakaknya suka memakai style jaman sekarang, sementara dia? masih nyaman memakai baju lamanya. kakaknya di minati banyak orang, sementara dia? di pandang sebelah mata oleh banyak orang.
sungguh, hidupnya sangat miris.