20. Dunia Selebar Daun Kelor

1389 Words
Tama sempat tersedak tepat saat mendengar Mita mengatakan hal itu. Tama juga jadi penasaran bagaimana tampang Bos muda pemilik perusahaan tersebut. Namun, sampai mereka selesai makan malam. Bos muda itu belum juga muncul. Setelah istirahat sejenak. Mita mengajak Ujang untuk mulai menggarap dekorasi yang harus mereka kerjakan agar pagi nanti semuanya sudah tertata rapi. Sedangkan Tama merasa dilema. Sebenarnya dia ingin membantu Mita untuk mendekorasi ruangan tersebut. Karena dia juga penasaran dengan Bos tampan pemilik kantor tersebut. Namun dia harus pulang terlebih dulu ke rumah untuk menemui keluarganya. Lebih tepatnya ibu dan adiknya. Akhirnya Tama memutuskan untuk buru-buru pulang dan berpamitan kepada Mita dan Ujang. Tama berencana untuk kembali ke kantor Setelah dia beristirahat dan membersihkan tubuhnya yang lelah beraktivitas seharian. *** Mita, gadis cantik itu mulai mengukur ruangan. Dia pun selalu membawa buku sketsa yang digunakannya untuk merancang setiap dekorasi yang akan digunakan. Seperti dekorasi ruangan saat itu untuk mempercantik acara peresmian kantor cabang yang menggunakan jasanya. Mita meminta Ujang untuk menyiapkan segalanya. Kemudian Dia mulai merangkai bunga-bunga yang dia bawa untuk dipasang sebagai dekorasi ruangan. Setelah kira-kira Empat puluh menit Mita merangkai bunga-bunga itu. Bos muda yang tampan dan bersikap dingin datang untuk melihat suasana persiapan pembukaan kantor cabang yang akan dilaksanakan besok pagi. Bos mudah tersebut bernama Marchel. Pria berusia 27 tahun. Putra sulung dari keluarga Gunawan. Calon pewaris bisnis keluarga Gunawan yang sebentar lagi akan diberi mandat menjadi pimpinan kantor cabang yang akan diresmikan besok pagi. Pria dingin yang sulit untuk membuka hatinya untuk perempuan mana pun. Karena menurut Marchel prioritasnya saat ini adalah menjadi seorang pengusaha sukses seperti ayahnya. Dengan begitu wanita akan datang dengan sendirinya. Di saat itulah dia akan memilih satu yang terbaik di antara mereka. Bahkan Tuan Gunawan berulang kali mengenalkan Marchel pada putri dari beberapa koleganya. Namun tetap saja jawaban Marchel sama. Dia akan menentukan pilihannya sendiri suatu hari nanti. Sikapnya yang demikian justru membuat banyak perempuan tertarik padanya. Hanya saja belum ada satu pun yang berhasil membuka hati Marcell. Jangan kam untuk membuka hati Marchel. Membuat pandangannya berpaling pada seorang perempuan saja sangat sulit dilakukan. Lantaran Marchel adalah tipe pria yang memiliki pendirian, tujuan, dan mengutamakan karier dibanding urusan percintaan. Sikapnya yang seperti itu yang membuat keluarganya gemas. Padahal keluarganya menginginkan Marchel segera berumah tangga karena dia sudah memiliki harta yang cukup untuk menafkahi keluarga kecilnya. Tuan Gunawan pun sudah ingin menimang cucu, seperti halnya koleganya yang lain yang mulai disibukkan untuk bepergian bersama cucu mereka. *** Marchel yang ditemani sekretaris pribadinya melangkah menuju dan lobi utama kantor. Sekretaris Marchel juga berusaha memikat hatinya. Namun sejauh ini, Marchel selalu bersikap profesional terhadap sekretarisnya itu. Langkah Marchel begitu mantap menyusuri koridor kantor barunya. Beberapa kali dia berpapasan dengan karyawan yang juga sedang lembur untuk memindahkan barang-barang mereka dari kantor lama. Beberapa diantaranya adalah pegawai baru yang akan mulai bekerja hari Senin nanti setelah kantor cabang diresmikan esok hari. Mereka semua menyapa Marchel dan sangat menghormati Bos muda itu. Bagi mereka, sosok Bos Marchel adalah panutan dalam mendedikasikan dirinya untuk perusahaan. Namun untuk urusan percintaan, mereka menganggap kalau Marchel perlu dicurigai. Karena biasanya kebanyakan Bos muda itu dikelilingi wanita-wanita cantik dan seksi. Namun berbeda dengan Marchel yang lebih sering terlihat sendirian. Rumor negatif tentang Marchel pun mulai bersliweran. Tanggapan Marchel mengenai hal itu tetap dia anggap biasa saja. Tatapan Marcel bergeming seketika dia memasuki ruang aula yang menjadi tempat berlangsungnya acara. Hal itu dikarenakan sosok gadis yang sedang sibuk merangkai bunga terlihat begitu memesona. Baru kali ini, Marchel menatap seorang gadis lebih dari satu detik. Semua karena pesona Mita. Gadis manis yang menjadi pekerja keras demi kelangsungan hidupnya yang selama ini hidup menumpang di rumah Ambu Kosasih dan Abah Engkus. Marchel akhirnya tersadar dan dia mengedipkan matanya. Dia langsung kembali pada ekspresi semula. Ekspresi datar tanpa senyuman ketika tengah memeriksa sesuatu pekerjaan dari para pegawainya. Seperti saat ini, orang yang bertanggung jawab untuk dekorasi ruangan adalah Bu Sherly. “Apakah mereka dari florist yang dihubungi oleh Ibu Sherly?” Marchel menoleh ke arah sekretarisnya. “Iya, Pak! Mereka dari florist yang sudah disewa oleh kantor kita,” ucap sekretarisnya sembari terus mengawasi bosnya. “Oh,” ucap Marchel datar setelah mendengar jawaban sekretarisnya. ‘Lama-lama Pak Marchel nyebelin, ya! Pertanyaan Si Bos udah dijawab tapi tanggapannya datar begitu! Kalau aja nggak punya misi, mungkin aku udah ngundurin diri jadi sekretarisnya! Semua aku lakukan demi Papa! Menyamar menjadi gadis biasa dan mendaftar menjadi sekretaris Marchel agar bisa mendekati dia! Demi apa? Ada pria super cuek seperti Marchel! Menyebalkan!’ ucap sekretarisnya dalam hati sembari melirik ke arah Marchel yang sedang mengawasi proses dekorasi ruangan. Sekretaris Marchel sebenarnya adalah perempuan yang akan dijodohkan dengannya. Namun karena sudah berulang kali Marchel mengalami gagal perjodohan. Maka Tuan Gunawan dan ayah dari Gadis itu sepakat untuk membuat sebuah skenario. Mereka meminta Gadis itu untuk menyamar menjadi seseorang yang sedang membutuhkan pekerjaan. Kebetulan Marcel yang belum lama diangkat menjadi salah satu petinggi perusahaan membutuhkan seorang sekretaris. Saat itulah dia muncul dan pada akhirnya diloloskan oleh pihak HRD untuk menjadi sekretaris Marchel. Skenario itu berjalan sangat mulus. Hingga akhirnya Tuan Gunawan sudah menyelesaikan pembangunan kantor cabang yang baru. Dia sengaja menunjuk Marchel untuk memimpin kantor cabang tersebut. Selain mematangkan pengalaman Marchel dalam berbisnis, rupa-rupanya Tuan Gunawan memiliki misi agar Marchel menjadi lebih dekat dengan sekretarisnya yang tidak lain adalah gadis yang nantinya akan dijodohkan dengan Marchel. Namun karena Marchel anti mendengar kata perjodohan. Maka Gadis itu diberi misi untuk bisa meraih hati Marcel selama dia menjadi sekretarisnya. Dengan begitu, kedua keluarga tidak susah-susah lagi untuk menjodohkan Marchel. *** Mita berusaha untuk membuat rangkaian bunga yang begitu indah. Bisa diibaratkan dekorasi saat itu akan menjadi masterpiece yang pertama bagi Mita untuk bisa mempromosikan jasa florist bisnis yang dia kembangkan. Di sela-sela kesibukannya itu. Pandangan Mita tidak sengaja tertuju pada seseorang yang ada di dekat pintu aula. ‘Dia ... Ayu?’ tegas Mita dalam hatinya sembari memastikan kalau gadis yang ada di sebelah pria yang memakai jas itu adalah Ayu, saudara tiri Mita anak dari Bramantyo. ‘Apa aku salah lihat, ya? Tapi sepertinya itu memang Ayu! Wajahnya tidak banyak berubah. Begitu juga dengan gaya rambutnya. Tetap panjang dan dia selalu ingin tampil cantik. Tapi ... Kalau benar dia Ayu, apa dia akan mengenaliku?’ Mita agak sedikit ragu kalau Ayu akan mengenali penyamarannya. Walau mereka sudah tidak bertemu sembilan tahun lamanya. Namun Mita tetap takut kalau Ayu akan mengenalinya. ‘Mungkin Ayu tidak akan mengenaliku. Karena penampilanku saat ini berbeda jauh dari penampilanku yang dulu. Cara bicara, gaya bahasa, sampai cara berjalan, dan bersikap sudah aku ubah semuanya. Mempelajari itu semua tidak cukup satu atau dua tahun. Semoga saja dia benar-benar tidak mengenaliku. Begitu juga dengan penampilanku. Dulu kulitku agak gelap. Sekarang sudah lebih cerah. Rambutku yang dulu sering diikat kepang dua, sekarang sudah dipotong pendek sebahu. Rambut asliku bergelombang. Namun sekarang sudah diluruskan. Semua demi penyamaranku. Kalau Ayu melihat Mama pasti akan mengenalinya. Walau wajah Mama saat ini sudah tidak seperti dulu lagi. Karena bekas luka kecelakaan itu sulit untuk dihilangkan. Semoga saja penyamaranku tidak sia-sia,' ucap Mita dalam hatinya yang kembali fokus terhadap rangkaian bunga yang sedang dia buat. Mita tidak menyangka kalau akan bertemu dengan Ayu di sana. Tatapan Mita kepada Ayu membuat Marchel salah menduga. Dia berpikir kalau gadis perangkai bunga itu menatapnya. Padahal Mita sedang menatap Ayu yang berdiri di samping Marcel. Ya! Ayu menjadi sekretaris Marcel. Ayu—putri dari Bramantyo adalah gadis yang akan dijodohkan dengan Marcel. Ayu juga yang berpura-pura menjadi gadis biasa yang membutuhkan pekerjaan. Padahal saat ini Bramantyo juga sudah menjadi seorang pengusaha. Setelah dia berhasil menjual rumah milik mendiang Adiwilaga. Untung saja berkas perusahaan perkebunan milik Adiwilaga sudah dititipkan kepada notaris sebelum Wijaya pindah ke rumahnya yang baru. Sehingga Bramantyo tidak bisa menemukan berkas tersebut. Untuk menghindari tuntutan dari Wijaya tentang penjualan rumah milik Adiwilaga yang sudah diwariskan kepada Gendis. Bramantyo melarikan diri ke Jakarta bersama putrinya. Setelah Bramantyo berinvestasi di sebuah perusahaan. Kekayaannya semakin bertambah. Hingga pada akhirnya Bramantyo mengenal banyak kolega dan salah satunya adalah Tuan Gunawan. Sehingga Bramantyo yang mata duitan berusaha untuk menikahkan putrinya dengan Putra sulung Tuan Gunawan. Namun pertemuan antara Mita, Marchel, dan Ayu malam itu akan membawa mereka pada takdir yang seharusnya. Mita kembali teringat tentang misinya untuk menguak misteri kecelakaan yang menimpa mereka sembilan tahun lalu. Mita berharap mendapatkan informasi tentang keluarga Om Bram seusai menyelesaikan pekerjaannya mendekorasi di kantor cabang tersebut.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD