Keadaan ballroom masih sangat ramai. Setelah inti acara, yaitu penobatan Mycle dan perkenalan Luna. Saat ini tamu tamu mulai berpencar. Saling menemui satu sama lain, selagi mendatangi acara seperti ini, sangat jarang untuk mereka bertemu.
Saat ini juga Mycle dan Bov masih menyapa beberapa tamu penting mereka. Yaitu para Alpha juga dari berbagai Pack. Mereka beberapa kali berbincang bersama, sangat hangat.
Sedangkan Clora mengajak Amara untuk menemui para kumpulan Luna juga, memperkenalkan dengan bangga pasangan anaknya ini kepada para Luna yang ter d******i adalah teman temannya.
"Mike??" Merasa namanya dipanggil, Mycle pun menoleh dan melihat siapa orang yang barusan memanggilnya. Keningnya mengkerut bingung, tetapi kemudian ia mengenalinya.
"Fana?!"
"Iya Mycle, aku Fana, kau masih ingat aku kah??" Tanya Wanita itu tersenyum senang karena sekian lamanya tidak bertemu dengan Mycle kini ia bisa bertemu kembali dengan pria yang selalu datang dalam mimpinya.
"Hmm aku ingat," Jawab Mycle tersenyum sopan.
"Ah, syukurlah. Aku senang mendengarnya. Dan kau apa kabar?? Wah, sudah menjadi Alpha kau rupanya ya. Pantas saja sombong, aku mencari mu sedari tadi, tapi aku tidak menemukanmu!" Ucap Fana memanyunkan bibirnya.
Mycle tersenyum datar. "Maaf, aku sangat sibuk dengan tamu ku yang lain," Jawabnya jujur. Fana menatap Mycle tersenyum. "It's okay. Aku mengerti, tetapi kali ini kau harus menyapa special tamu mu satu ini!!" Ucap Fana terkekeh.
Mycle hanya menaikan alisnya. Tersenyum, dan kemudian mengangguk pelan. Sedangkan disisi lain ada sepasang mata yang memandang dua sejoli itu dengan tatapan tidak suka. Seorang wanita dengan gaun navy nya dan yang baru saja dinobatkan sebagai Luna dari seorang pria yang sedang ia lihat kini tertawa bersama wanita lain, siapa lagi jika bukan Amara.
"Siapa wanita centil itu??" Batinnya menggeruntu.
"Amara??"
"Ah, Iya ibu??" Lamunannya pudar ketika tiba tiba saja Clora memanggilnya.
"Kenapa kau diam saja disitu huh?? Banyak tamu yang ingin berkenalan denganmu. Ayo ikut aku," Ucap Clora mengajak. Kini Clora sudah menuntun kembali tangannya. Mau tidak mau Amara mengikutinya.
"Iya ibu."
»»——⍟——««
"Kau sudah lama tidak mengajakku kesini ya??" Ucap Fana tersenyum melihat puluhan bunga mawar putih yang sedang mekar mekarnya dengan sangat cantik di salah satu taman istana. Memang dulu taman ini adalah tempat, dimana ia akan mengajak Fana untuk bermain. Tetapi itu sudah sangat lama sekali.
Kalau kalian ingin tahu. Fana nama aslinya adalah Syifana, dulu ia adalah seorang anak dari omega. Karena Mycle dulu merasa kesepian, walaupun ia memiliki dua kakak. Tetapi ia merasa Diana dan Malik tidak cocok di ajaknya untuk bermain. Sampai ia menemukan Fana.
Bov dan Clora tidak melarangnya, sekalipun Fana adalah anak Omega. Tetapi ternyata sebuah fakta terbongkar. Dimana ternyata Fana adalah anak dari seorang Alpha. Alpha dari Silver Moon Pack. Sangat panjang jika dijelaskan, kurang lebih seperti itu.
"Ya, sudah sangat lama sekali. Semenjak kau pergi entah kemana, " Balas Mycle tiba tiba membuat Fana perlahan memudarkan senyum nya. Wajahnya menoleh kearah Mycle.
"Itu memang salahku. Tetapi kini aku bahagia! Aku sudah dipertemukan kembali olehmu. Mycle?? Kau ingat tidak?? Kau pernah berkata dulu kepadaku, kalau nanti kita sudah besar, kita akan seperti Ayah Bov dan Ibu Clora, kau menjadi Alpha nya dan aku menjadi Luna nya!" Mycle menoleh datar. Kemudian hanya mengangkat ujung bibirnya dikit.
"Wanita itu drama sekali, cih!" Ucap Alex tidak suka.
"Apa maksudmu drama Alex??"
"Kau tidak sadar itu Mycle?? Ah yasudahlah, kau harus hati hati, kau harus tetap ingat kalau kau sudah mempunyai Amara! Jauhkan wanita ini dari otakmu!" Ucap Alex dan menghilang.
"Sebenarnya tujuanku kesini itu untuk bukan sekedar sebagai tamu acara penobatan mu, tetapi ingin mengabulkan sedikit impian kita-"
"Mycle??" Mycle menoleh cepat. Ia mengenalinya suara itu, dan saat ini matanya sudah melihat Amara tepat di belakangnya.
"Amara?? Dari mana kau tahu aku disini sayang??" Tanya Mycle penasaran, ia sudah mendekat. Melingkarkan tangan besarnya pada perut Amara.
"Aku bertanya kepada pelayan yang melihatmu, " Jawab Amara jujur. Mycle tersenyum lembut. "Ada apa??" Tanya Mycle menaikan kedua alisnya. Amara menggeleng pelan, matanya bergerak menatap Fana. Mengerti dengan itu dengan cepat Mycle bertindak.
"Oh ya sayang, kenalkan, ini adalah Fana. Teman kecil ku, dulu. Dan Fana, kenalkan. Ini Amara. Aku yakin kau sudah menyaksikan kami tadi di atas panggung," Ucap Mycle membuat Amara tersenyum puas mendengar nya. Sedangkan Fana hanya tersenyum paksa.
"Ah, tentu saja! Aku menyaksikan kalian tadi. Kalian benar benar cocok, dan mau Amara. Astaga, kau sangat cantik!! Pantas saja Mycle bisa sangat cepat melupakan masa lalunya ya. Karena sekarang sudah ada wanita secantik kau di samping nya," Ucap Fana membuat Amara merasakan tidak enak dengan ucapan Fana barusan.
"Kau sangat berlebihan, Fana. Kau harus sering percaya diri, kau juga sangat cantik. Dan untuk mendampingi Mycle, Dewi bulan sudah memilihku. Aku yakin itu yang terbaik. Kalau untuk melupakan masa lakunya, memang sudah seharusnya Mycle seperti itu. Karena sekarang aku lah masa depan nya!" Jawab Amara lugas. Semua kalimatnya ia katakan dengan sangat lancar dan jelas. Penuh penekanan setiap kalimatnya.
"Ah begitu ya," Fana berusaha untuk tersenyum. Sedangkan Mycle yang mendengar ucapan Amara barusan, dalam hati terkekeh. Ternyata wanita nya ini bisa pintar bicara juga.
"Mycle??" Panggil Amara tiba tiba
"Iya sayang??"
"Aku ingin ke kamar, kepalaku terasa sakit sekali tiba tiba, " Ucapnya melembutkan nada.
"Kepalamu sakit?!! Ah, ini pasti karena ka kelelahan. Setelah ini biarkan ayah dan ibu saja yang menyapa mereka semua. Aku akan menemanimu beristirahat," Ucap Mycle membuat Amara tersenyum. "Tetapi kau tidak boleh kemana mana lagi!!" Ucap Amara tiba tiba. Nadanya seperti seorang anak kecil yang merengek. Mycle terkekeh.
"Tentu saja, sayangku!" Amara tersenyum puas. Matanya sengaja menatap Fana, sembari tangannya bergerak menyelipkan anak rambutnya kebelakang telinga. Fana hanya menatap Amara tersenyum kecil.
Mycle menoleh kembali kepada Fana. "Fana, maaf sekali, tetapi aku harus-"
"Ah, aku mengerti Mycle. Tidak apa! " Jawab Fana cepat. Mycle tersenyum kecil. Kemudian menuntun Amara untuk kembali memasuki istana, meninggalkan Fana sendiri di taman.
"Miris sekali ya, andai dulu aku tidak meninggalkanmu begitu saja, mungkin kau sudah menjadi milikku Mycle. Tapi kau tenang saja, aku akan kembali merebut mu kembali menjadi milikku!! Dan gadis itu?? Ah, tidak sulit bagiku untuk menyingkirkan gadis kecil itu hahaha". Ucapnya tersenyum sinis.
»»——⍟——««
Acara penobatan pun selesai, sedikit demi sedikit tamu undangan pergi meninggalkan istana. Hanya ada beberapa kerabat dekat dari Mycle, Bov dan Clora saja yang masih tinggal.
"Kau sangat hebat mendidik putramu yang satu itu Bov, " Ucap seorang pria yang umurnya tidak jauh beda dengan Bov, pria itu adalah seorang Alpha yang dahulu sempat berselisih dengan Black Moon Pack, tetapi damai karena seorang wanita, yaitu Clora.
Bov terkekeh renyah. "Kau berlebihan, aku hanya mendidik sebagaimana seorang ayah mendidik putranya."
"Tapi yang kulihat tadi di atas tadi, Mycle begitu dewasa dan sangat tegas. Caranya bersumpah sangat amat luar biasa, seperti ia sudah merasa menjadi seorang Alpha sesungguhnya," Ucap Alrond bangga.
"Bukan bagus begitu?? Ya aku memang bangga kepada nya, juga kepada dua anakku lainya. Mereka semua kini sudah tumbuh dewasa dan itu memang seharusnya terjadi kan?? Tidak selamanya mereka akan menjadi anak anakku yang kecil dan tidak tau apa apa."
Alrond terkekeh kecil. Mengambil segelas wine yang sudah disediakan maid sebelumnya. Kemudian meneguk nya setengah. "Ya, kau sangat benar Bov. Dan berbicara mengenai Mycle, apa kau ingat dengan putriku yang satu satunya itu. Syifana?" Tanya Alrond membuat Bov mengerutkan keningnya bingung. Terlihat berfikir beberapa saat.
"Fana?? Ah, yaa, aku ingat dia. Apa dia juga sudah tumbuh besar??"
Alrond tersenyum. "Oh, tentu. Gadisku yang satu itu tumbuh dengan sangat cantik, tidak beda jauh dengan istrimu, Clora, " Ucap Alrond sedikit membuat Bov merasa tidak nyaman karena sudah menyebut istrinya.
"Kau tenanglah Bov, aku hanya bercanda, " Kekeh Alrond membuat Bov tersenyum paksa. "Tenang saja. Aku mengerti, " Jawab Bov cepat.
"Senang, kau sudah menghadiri acara anakku. Terimakasih, " Ucap Bov tiba tiba.
"Oh, tidak. Justru akulah yang merasa terhormat karena sudah kau undang. Lain kali aku akan menjamu mu ke Silver Moon Pack," Ucap Alrond tersenyum. Bov mengangguk kecil. "Dengan senang hati."
"Kau lihatlah saja Bov, kau fikir aku sudah menyerah begitu saja?? Memangnya kau fikir kau siapa?? Kau sudah tidak ada apa apanya sekarang!"
»»——⍟——««
Empuknya bantal dan lembutnya selimut masih dapat Amara rasakan dengan sangat jelas. Tubuhnya terasa hangat, dan hidungnya sangat menikmati aroma mint yang sangat menyengat.
Amara enggan membuka matanya, tetapi ia merasa harus. Penasaran sudah pagi atau belum saat ini. Dari yang ia rasakan sepertinya sudah, mengingat itu membuat Amara tersenyum. Ia ingin menyaksikan wajah tertidur Mycle lebih dulu.
Matanya perlahan terbuka pasti, dan ia bisa melihat cahaya matahari yang menerangi kamar. Masih sedikit buram, tetapi Amara berusaha membuat penglihatannya normal.
"Good Morning, Baby!!" Suara serak sexy itu terdengar. Amara tersentak. Matanya berhasil terbuka sempurna, dan penglihatan nya sudah jelas. Saat ini wajah tampan Mycle lah yang ia lihat, tepat di depan wajahnya.
"Mycle??!" Ucap Amara terkejut. Mycle tersenyum. "Kenapa??" Tanya pria itu bingung. Amara menatap lekat, tiba tiba saja ia jadi mengagumi ketampanan pria Yunani ini. Tangannya bergerak mengelus rahang kokoh Mycle lembut.
"Kau curang! Kau selalu bangun lebih dulu!" Ucap Amara dengan nada kesal dan wajah mengkerut. Mycle terkekeh. "Aku suka melihat wajahmu tertidur, sayang. Kau sangat cantik! Dan menggemaskan," Ucap Mycle jujur. Yang malah membuat Amara tersenyum malu.
"Kau mudah sekali tersipu ya, dasar! Jangan seperti ini pada pria lain!! Apa kau mengerti??! Terlebih tersenyum dengan wajah merah seperti itu. Jika ada pria lain yang akan melihat itu, maka aku akan mencolok matanya!!" Ucap Mycle tajam. Amara seketika bergidik.
"Kau sangat sadis!! Berlebihan! Ekspresi seperti ini hal yang wajar, Mycle. Kau tidak bisa-"
"Bisa! Apapun itu! Kau harus menurutinya. Aku tidak ingin pria lain menyaksikan ekspresi wajahmu yang hanya bisa kau tunjukan padaku! Terlebih saat ekspresi mu malam itu dan semalam, yang-"
"Mycle!!" Pekik Amara menghentikan kalimat Mycle selanjutnya. Mycle tertawa. Tangannya mendekat tubuh kecil Amara erat. Mencium kening wanita itu lama.
"Aku sangat mencintaimu, Amara!" Tutur Mycle pelan. Amara tersenyum hangat. "Aku juga mencintaimu, Mycle! Sangat!!" Mycle kembali mengecup puncak kepala Amara, menghirup dalam dalam aroma wangi rambut Amara.
"Mycle??" Panggil Amara tiba tiba.
"Hmmm?" Jawab Mycle berdeham.
"Entah mengapa. Aku merasa tidak suka dengan Fana!" Ucap Amara kemudian. Mycle membuka matanya. "Kenapa??" Tanya nya penasaran.
"Entahlah, dia seperti mengharapkan sesuatu padamu! Aku tidak menyukainya."
Mycle tersenyum. Ia kembali menatap wajah Amara serius. Tatapannya lembut, menatap wanita ini penuh kasih sayang. "Apapun dia. Sedekat apa dia dulu denganku,tujuannya datang kembali, atau bahkan rencana buruknya pada kita. Aku berjanji! Aku akan selalu mencintaimu, selalu! Bagaimana pun keadaanya!" Ucap Mycle serius. Semua kalimatnya terdengar jelas di kedua telinga Amara, seolah kata kata itu benar benar sakral.
Amara tersenyum. Wajahnya mendekat, mengecup bibir Mycle. Tidak sebentar, Amara sengaja melumat bibir pria itu lembut. Mycle tersenyum, membalas ciuman Amara intens. Dan ciuman mereka berjalan lama. Sampai Amara kehabisan udara, dan akhirnya terlepas.
"Morning kiss? I like this!!" Ucap Mycle tersenyum. Amara lagi lagi tersipu, ia baru sadar kalau dirinya yang lebih dulu mencium Mycle. Ya Tuhan, wajahnya sekarang sepertinya sudah menjadi kepiting rebus.
"Apa besok besok akan ada Morning Kiss lagi??" Tanya Mycle menggodanya. Terlebih senyum pria itu saat ini, entah mengapa menjengkelkan sekali di mata Amara.
Amara membuang muka. Dan itu membuat Mycle terkekeh geli. Wajahnya kembali mendekat pada Amara.
"Atau kau mau Morning Kiss dari ku??" Tanya Mycle lagi. Benar benar menyebalkan!! "Mycle, hentikan!!" Pekik Amara sembari bangkit terduduk. Mycle tertawa melihat itu. Ia ikut duduk, dengan tubuhnya yang masih menempel pada Amara. Sengaja, membuat wanita ini salah tingkah. Entah mengapa, Mycle menyukainya.
"Mycle, astaga!!" Omel Amara. Dan detik itu juga tawa Mycle lepas. Amara hanya mendengus kesal, pria ini benar benar menyebalkan!!
Tetapi melihat Mycle yang tertawa lepas seperti itu, membuat Amara tersenyum. Otaknya berfikir, walaupun begitu. Ia merasa bersyukur, bahwa Dewi Bulan sudah menakdirkan pria ini sebagai pasangan nya.
Tiap kali berada didekat Mycle. Kenyamanan, kebahagiaan , kehangatan dan aman yang ia rasakan. Memang ini semua terlihat seperti dongeng, setengah dirinya memang sedikit tidak percaya. Tetapi saat ini. Matanya dengan sangat jelas menyaksikan pria itu. Amara percaya, bahwa Mycle nyata. Dan benar benar berada untuknya. Amara tidak menyesali takdir yang sudah di buat untuknya.
Karena setiap hidup itu punya tujuan, punya cita cita, keinginan, dan dukungan. Tapi hidup juga bertahap, berubah dan berputar di setiap keadaanya, tidak ada yang menetap selain perubahan itu sendiri, dan apa yang sudah berubah di kehidupan Amara saat ini, dia hanya bisa mensyukurinya. Lagi pula ia tidak menjalaninya sendiri. Clora, Mycle, Bov dan yang lainnya. Mereka mengelilinginya.
»»——⍟——««
"Amara??"
Amara terdiam. Mengerutkan kening bingung. Tetapi kemudian ia kembali melanjutkan makannya.
Saat ini memang mereka sedang melaksanakan makan pagi. Keadaan meja makan tenang, mereka sibuk dengan makanan masing masing.
"Amara??! Kau mendengarku?!"
Amara meletakan sendok dan garpu nya asal. Menimbulkan suara bunyi yang keras, sehingga membuat Bov, Clora dan Mycle menoleh bersamaan. Saat ini mereka melihat Amara yang sudah memegangi kepalanya sembari mengernyit.
"Amara, kau baik baik saja??" Tanya Clora khawatir.
"Kau kenapa, sayang??!" Timpal Mycle, memegang bahu Amara. Menatap wanita itu penasaran.
Amara menggeleng pelan. "Aku tidak mengerti Mycle. Kepalaku-"
"Ada apa??!!" Tanya Mycle semakin penasaran karena Amara menggantung kalimatnya.
"Aku merasa seperti- seseorang memanggilku. Dan suaranya berada dalam kepala ku!" Jelas Amara jujur. Mereka semua mengerutkan kening bingung.
"Siapa yang memanggilmu, sayang??" Tanya Clora lembut. Amara menatap Clora, kemudian menggeleng. "Aku tidak mengetahuinya ibu. Suara dia menggema hanya di kepala ku."
Clora melempar tatapannya ada Mycle. Mycle hanya menanggapinya dengan mengangkat bahu.
"Amara?! Aku wolf mu!!"
Amara mengemas rambutnya keras. "Aku mohon jangan keras keras!! Suaramu membuatku pusing!!" Pekik Amara tiba tiba. Membuat Mycle menjadi lebih khawatir.
"Amara, tenanglah!" Ucap Bov pelan.
"Kendalikan dirimu, Amara. Jangan memikirkannya lebih dulu," Bisik Mycle menenangkan.
Amara menoleh, menatap Mycle. "Suara ini melengking Mycle. Membuat kepalaku rasanya ingin pecah!!" Melihat Amara sudah mengeluarkan air mata.
Mycle bergerak gelisah. "Apa dia adalah wolf nya??!" Tanya Mycle ada Clora dan Bov.
Bov mengangguk. "Wolf nya sudah muncul. Dan mungkin saja, Amara terkejut. Ini pertama kali baginya, Mike. Kau harus mengerti."
"Tapi dia kesakitan Ayah!!"
"Tidak ada yang bisa kita lakukan, Mycle! Amara sebentar lagi akan mengerti. Dan dia akan terbiasa, sekarang yang perlu kita lakukan adalah menenangkan nya." Ucap Clora tenang.
"Ibu dan Ayah benar Mycle!! Itu adalah wolf Amara. Aku sudah melihatnya jelas!" Suara Alex tiba tiba terdengar. jadi memang benar, bahkan Alex lun sudah melihatnya.
Amara mengangkat kepalanya. Menatap Mycle serius. "Apa aku akan menjadi werewolf, Mycle??" Tanya Amara penasaran. Mycle terdiam, tetapi kemudian ia mengangguk
"Tenanglah Amara, kau akan baik baik aa setelahnya!" Mycle memeluk Amara erat.
"Aku baru mengingatnya! Malam ini adalah malam bulan purnama penuh, Amara akan berganti shift dengan wolf nya. Kau harus berhati hati Mycle, kau harus selalu ada didekatnya. Karena bisa saja dia berburu sendirian, dan itu sangat berbahaya, " Ucap Clora tiba tiba. Membuat Mycle merasa lebih cemas.
"Aku seorang werewolf sekarang??," Batin Amara bertanya.
TBC