Sweet Agreement

2920 Words
Akhirnya. Hari yang sudah sangat di tunggu tunggu ini tiba. Sekarang adalah hari dimana Mycle akan dinobatkan sebagai Alpha dari Black Moon Pack dan hari ini juga ia akan memperkenalkan Luna nya yaitu Amara kepada penduduknya, rakyatnya atau pun golongan golongan yang berada pada kawasan Black Moon Pack. Juga pack pack besar ataupun kecil yang menjalin hubungan baik dengan Black Moon Pack. Hari ini mereka adalah saksi dimana pergantian Alpha dari Black Moon Pack ini. Sejujurnya Mycle masih sangat gugup,tiba tiba saja perasaan takut mulai menyelimuti dirinya, Mycle berharap acara ini berjalan dengan lancar. Suara ketukan pintu yang terdengar tiba tiba membuat lamunan Mycle seputar penobatannya buyar. "Masuk!" Ucapnya. Pintu ruang pribadi miliknya terbuka, Mycle menoleh penasaran. Kemudian saat pintu terbuka sempurna, terlihatlah sosok wanita cantik yang sangat dikenalnya. Clora ada di sana, tersenyum saat ini kearahnya. Wanita itu sangat cantik dengan balutan gaun bewarna grey nya. Ibunya ini menang selalu terlihat cantik dengan apapun yang dipakai nya. Clora melangkah mendekat. "Kenapa kau masih disini Mycle??" Tanya nya dengan mata memicing. "Tidak apa apa ibu, hanya saja aku-" "Gugup??" Potong Clora cepat. Mycle menoleh terkejut, karena Clora berhasil menebak bahkan sebelum dirinya memberitahu. "Aku bisa menebaknya dari raut wajahmu, Mycle. Aku sudah sangat mengenalmu!" Ucap Clora seolah mengerti tatapan terkejut Mycle "Aku mungkin hanya belum siap," Tutur Mycle sembari menundukan kepalanya menatap beberapa tumpukan kertas di meja besarnya ini. Clora tersenyum lembut. Tangannya bergerak memegang bahu Mycle. "I know. Itu memang sangat wajar. Tetapi kau harus tetap siap menjalankannya Mycle. Ini bukanlah status biasa yang akan ayahmu berikan seperti ia memberikanmu jabatan sebagai CEO!" Mycle menghela nafasnya. "Aku tahu ibu. Entahlah, aku hanya merasa belum siap menggantikannya. Aku tidak sehebat ayah. Dia-" "Kau akan jauh lebih hebat! Ayahmu tidak pernah salah mendidik mu Mycle. Ia mendidik mu dengan baik, itu semua ia lakukan agar kau tumbuh besar dan bisa menjadi lebih baik dari dirinya. Aku sangat mengenalnya, sayang." "Jangan buat ia merasa kecewa dan sedih, Mycle. Ini adalah tanggung jawab yang luar biasa yang ayahmu berikan untukmu. Ia sangat percaya padamu, bahkan melebihi Malik dan Diana. Kau harus bangga untuk itu, dan jangan buat kepercayaan nya padamu hilang!" Mycle mendongak menatap Clora dengan mata birunya yang bersinar sinar. Ia tersenyum, mengambil tangan Clora yang berada dipundak nya kemudian mencium punggung tangan itu lama. "Kau selalu berhasil membuat seluruh perasaan buruk pada hatiku hilang, ibu!" Ucap Mycle membuat Clora terkekeh halus. "Aku akan membunuh semua pengaruh buruk yang mendatangi anak anakku, sayang. Dan aku tidak ingin itu membatalkan semua rencana yang sudah tersusun rapih untukmu." Mycle tersenyum, ia kemudian bangkit berdiri, bergerak memeluk Clora erat. Clora tersenyum mendapatkan pelukan hangat ini. "Dan aku mendapatkan hadiah nya. Oh, Tuhan. Pelukan hangat mu ini adalah hadiah yang indah!!" Mycle tertawa mendengarnya. "Sudah! Kau sekarang cepatlah turun! Temui semua tamu mu, sejak tadi hanya ayahmu yang menyambut mereka semua. Jangan membuat mereka menilai mu jelek Mycle, aku tidak ingin itu!" Suruh Clora kemudian. Mycle mengangguk cepat. "Terimakasih ibu! Sungguh, terimakasih!" Ucap Mycle kemudian mengecup kening Clora sekilas. Dan mengambil langkah besar keluar ruangan. Clora tersenyum senang melihatnya. »»——⍟——«« Ballroom istana yang besar ini sudah sangat ramai dengan para tamu undangan, semua menghadiri acara penobatan Mycle sebagai Alpha. Mycle berjalan kearah Darvin yang sedang berdiri di samping panggung. Beta nya itu terlihat sedang menatap seluruh isi ruangan, serius. "Alpha?" Ucap Darvin menundukan kepala hormat saat melihat Mycle yang baru saja datang di hadapannya. "Apa kau melihat Thomas??" Tanya Mycle langsung. "Alpha Thomas?? Sepertinya dia belum datang Alpha, sedari tadi aku belum melihatnya memasuki ruangan." "Hmmm, baiklah," Ucap Mycle mengangguk paham. Kemudian pria itu berbalik, mengambil langkah menuju Bov yang sedang mengobrol bersama para tamu. »»——⍟——«« Disinilah Amara sekarang, lebih tepatnya dia sedang berada didalam ruangan room dress yang sudah disediakan di istana ini memang khusus untuk Luna. Di sini sudah penuh sekali dengan berbagai macam warna dan bentuk gaun yang sangat indah sampai sampai membuat Amara bingung untuk memakai gaun yang mana. Sejak tadi matanya masih belum menemukan gaun yang membuatnya tertarik. Oh, bukan! Bukan karena semua gaun ini jelek dan tidak ada yang bagus. Hanya saja Amara belum menemukan yang benar benar tepat untuk tubuhnya. Amara menoleh saat ia mendengar suara pintu ruangan yang di buka. Amara mengernyit, tetapi kemudian ia menegak karena yang membuka pintu itu adalah Diana. Kakak Mycle. Amara tersenyum kecil menyambutnya. "Amara?? Oh, Dewi Bulan! Kau masih belum siap Amara?!!" Pekik Diana terkejut saat menyadari penampilan Amara yang masih menggunakan pakaian rumahan. Amara yang melihat reaksi Diana hanya memberikan cengiran nya hambar. "Maafkan aku, Diana. Sungguh, semua gaun ini membuatku bingung. Aku belum menemukan yang cocok untukku," Ucap Amara dengan nada menyesal. Diana menghela nafasnya. Mimik wajahnya sudah mulai melembut menatap Amara. "Yasudah, tidak apa Amara. Aku hanya- sebentar lagi acara akan di mulai, dan aku terkejut melihatmu sama sekali belum siap seperti ini?! Aku akan membantu merias mu!!" Ucap Diana kemudian mulai berjalan menuju lemari lemari besar berisi gaun itu. Amara memperhatikan Diana yang sibuk melihat lihat beberapa gaun dengan lihai dan serius. Tetapi kemudian wanita itu menoleh kearahnya. Menatap Amara dari ujung kepala hingga kaki, kemudian mengangguk pasti dan kembali fokus untuk memilih gaun gaunnya. Diana berucap girang saat ia sudah menemukan satu gaun yang menurutnya akan cocok dengan Amara. "Kau memakai yang ini!" Ucap Diana menunjukan gaun itu. Amara menatapnya sesaat, kemudian wajahnya terlihat mengerut. Diana memicing. "Apa kau masih belum merasa cocok??" Amara menjawabnya dengan gelengan pelan. "Oke! Tidak apa, kita cari lagi," Diana kembali memilih gaun gaun itu. Kali ini ia terlihat lebih serius, seperti sangat sudah yakin dengan gaun yang akan di pilihnya. Dengan smirk puas nya Diana menunjukan gaun kedua yang dipilihnya pada Amara. "Kau akan terlihat natural dengan menggunakan gaun yang ini!!" Ucap Diana menunjukan gaun itu. Amara seketika tersenyum senang. Entahlah, gaun kali ini sedikit berbeda. Gaun bewarna navy, dengan campuran putih bersih dibawahnya dan sedikit tambahan glitter. Sangat indah dan sederhana, berbeda dari gaun yang lainnya. Tetapi perbedaan itulah yang membuatnya special. "Cantik!! Aku suka, Diana!! Kau memang berbakat dalam memilih gaun ya," Kekeh Amara sembari menerima gaun itu di tangannya. Mendengar ucapan Amara diana ikut terkekeh. "Itu karena aku pernah berpengalaman sepertimu Amara. Sebenarnya gaun yang ada disini sangat cantik dan pastinya akan indah jika berpadu dengan tubuhmu, tapi kurasa gaun ini lebih membuatmu terasa hidup dan dia benar benar sangat kau sekali!!" Amara mengangguk setuju. "Aku pun merasa seperti itu, Diana. Terimakasih banyak!!" Ucap Amara kemudian bergerak memeluk Diana sekilas. Diana terkekeh, membalas pelukan Amara. "Sekarang segeralah berganti! Ayoo!" Ucap Diana melepaskan pelukan mereka. Amara mengangguk cepat. Suara pintu kembali terdengar. Mereka menoleh bersama. "Amara?- Astaga!! Kau belum bersiap siap??!!" Pekik Clora hampir sama dengan Diana saat pertama kali. "Maafkan aku ibu, aku tadi sempat bingung memilih gaun yang ingin kupakai. Untung saja Diana datang dan membantuku," Ucap Amara pelan merasa bersalah karena sudah membuat yang lain menunggunya. Clora berjalan mendekat. Matanya menatap gaun yang sudah ada pada genggaman Amara. "Dan kau sudah menemukannya??" Tanya nya. Amara mengangguk. "Ini karena Diana," Ucap Amara tersenyum. Clora menatap Diana. Memandang anak perempuan nya itu tersenyum senang. Tangannya bergerak mengelus rambut pirang Diana lembut. "Kau memang anak perempuan ku!!" Diana terkekeh. "Ah ya, dan kau segeralah berganti sayang!" Ucap Clora saat kembali mengingat Amara. Setelah itu secepat kilat Amara masuk kedalam Changing Room untuk segera mengganti bajunya. "Setelah Amara berganti dengan gaun nya, kau bantu merias nya yaa, " Ucap Clora pada Diana. Diana mengangguk cepat. "Sudah pasti ibu, tanpa kau suruh pun. Aku sudah berniat akan meriasnya." Ucap Diana tersenyum kemudian segera menyusul Amara kedalam. Untuk membantu wanita itu menyiapkan dirinya. Tidak butuh waktu lama Amara berganti baju dengan gaun nya. Kini wanita itu sudah keluar dengan gaun cantik yang melekat pada tubuhnya pas. Melihat pantulan Amara dari cermin membuat Clora menoleh kebelakang. Mata hijau indahnya bersinar menatap tubuh Amara yang di balut gaun indah. Juga polesan make up natural dan rambut yang dibentuk Asymmetrical Twisted Updo, sangat cantik. "Astaga!! Demi Dewi Bulan. Kau sangat cantik sekali sayang! Terberkati lah dirimu ini," Ucap Clora mendekat. Ia mencium kening Amara lembut. Amara tersenyum senang. "Terimakasih ibu!" "Bagaimana adik ipar ku ibu!??" Tanya Diana menunjukan hasil karya tangannya. Clora terkekeh. "Sempurna, sayang. Dan sangat indah!" Diana tersenyum bangga. "Kau berlebihan ibu!" Ucap Amara salah tingkah. Clora terkekeh. "Sudah! Kalau begitu kita harus segera ke ballroom. Semua pasti sudah menunggu kita, sayang," Ucap Clora menarik lembut Amara dan Diana. »»——⍟——«« "Mycle??" "Ayah??" Mycle menoleh saat ia mendengar suara Bov memanggilnya. "Dimana Amara?? Apa dia belum turun?? Kau temui lah dia, acara akan segera kita mulai Mycle!" "Iya ayah, aku juga sedari tadi sedang menunggunya. Sepertinya ia masih bersiap-" Ucapan Mycle terhenti saat keadaan tiba tiba saja hening dan semua mata tertuju pada tangga ballroom yang di alasi karpet merah. Kilat blitz sudah berkedip berkali kali kepada tiga wanita yang sedang beriringan menuruni tangga. "Ohhhh tuhannnn, betapa cantiknyaaa mateku!!" Ucap Alex bersorak. "Waaah, lihat itu?? Apa itu calon lunanya?? Sangat cantik sekali!!" "Sangat cantik ya." "Apa itu gadis yang ramai dibicarakan kemarin?? Ternyata memang benar ya, dia sangat cantik." "Lihatt!!! Apa itu Diana?? Wahh, aku jarang sekali melihatnya. Tetapi ternyata ia masih benar benar cantik sekali!" "Isi istana ini memang sangat cantik cantik! Entah mengapa. " "Lihat!! Itu adalah Luna Dan Calon luna Black Moon Pack, ternyata mereka tidak pernah salah memilih Luna ya, Luna dan Calonya saja tidak beda jauh. Mereka sama sama cantik!" Seperti itulah bisikan bisikan yang keluar saat Amara, Clora dan Diana yang baru saja menuruni tangga. Mycle terdiam. Mata biru nya menyala terang menatap wanita cantik yang terlihat sangat bersinar itu. Bibirnya terangkat sedikit, tersenyum. Amara! Wanita itu benar benar terlihat berkali kali lipat lebih cantik sekarang. Oh, bahkan Mycle tidak bisa mengedipkan matanya barang sekali. "Aku merasa malu, kenapa semua orang memandangku, apa aku jelek??" Bisik Amara, dia merasa risih saat melihat banyak pasang mata yang menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala. "Hahahaha tidak sayang, kau ini terlihat sangat cantik, sangat cantikk". Ucap Clora tersenyum. "Iyaa Amara, mereka memandang mu seperti itu karena kau terlihat sangat cantik". Ucap Diana menambahkan. "Ayoo,kita susul Mycle". Ucap Clora yang dijawab anggukan oleh Amara. "Ohh ya ibu, kalian pergilah menyusul Mycle, aku akan memanggil Malik" ucap Diana tiba tiba. "Ahh iyaa, panggil anak itu, " Balas Clora menyetujui. Setelah itu Diana berjalan lebih dulu meninggalkan tangga untuk mencari Malik. Sedangkan Amara dan Clora terus melanjutkan langkah mereka menuju Mycle dan Bov. Saat ini mereka sudah sampai tepat dihadapan Mycle dan Bov. Clora tersenyum, memberikan Amara ada Mycle. Kemudian ia berjalan menuju Bov dan berdiri disamping suaminya itu. "Kau yang merias nya??" Tanya Bov berbisik pada Clora. Clora menggeleng pelan. "Itu hasil tangan anak perempuan mu!" "Diana??" Tanya Bov, Clora mengangguk cepat. Bov tersenyum. "Anak itu berhasil membuat adik nya terpukau dengan Amara, sampai sampai aku melihat mata birunya itu hampir keluar," Clora seketika tertawa. Amara menundukkan kepalanya. Kini mereka sudah duduk di sebuah meja bundar, yang berada paling depan tidak jauh dengan panggung. Meja yang memang sudah di khususkan untuk mereka. Melihat Amara yang menundukkan kepalanya Mycle mendesah kesal. "Kalau kau seperti itu terus, aku tidak bisa melihat wajah cantikmu sayang!" Ucap Mycle membuat Amara memberanikan diri mengangkat kepalanya. "Kau jangan terus memuji ku yang akan membuatku malu!!" Bisik Amara kesal. Mendengar itu Mycle terkekeh. Wajahnya mendekat, kemudian mengecup bibir itu sekilas. Amara membulatkan matanya. "Kau sangat cantik!!" Ucap Mycle sudah yang ke sekian kalinya. Amara kembali menunduk, melihat itu Mycle tersenyum geli. "Ekhmmmm permisi," Tiba tiba saja suara MC itu terdengar. Membuat perhatian mereka semua kini berfokus pada panggung besar di depan sana. "Selamat malam untuk para tamu terhormat Black Moon Pack. Ah, saya merasa tersanjung bisa berdiri disini membuka acara special ini dan diperhatikan oleh kalian," Ucap MC itu basa basi. Mereka masih mendengarkan MC wanita itu berbicara mengenai isi acara dan urutannya. Kemudian sekarang MC itu sudah mulai memasuki untuk acara pertamanya. "Mungkin akan lebih baik, ini semua dimulai dari orang yang terpenting dan terhormat dulu di sini. Saya memanggil anda, Alpha Bov. Untuk memberikan kata sambutannya untuk penobatan Alpha Mycle," Ucap MC itu. Lampu sorot kini sudah menerangi Bov. Membuat pria itu tersenyum. Tanpa ragu Bov berdiri, kemudian mulai berjalan menuju panggung. Mengambil posisi tepat di depan mic. Dan sekarang kini mereka semua memperhatikan Bov serius. Menunggu nunggu suara Bov yang akan keluar. "Sebelumnya. Aku ingin berterimakasih, kepada kalian semua. Suatu kehormatan kalian bisa datang ke sini, dan aku berharap pertemuan kita ini bukan hanya untuk menghadirkan acara penobatan anakku. Tetapi untuk membentuk sebuah hubungan yang lebih baik lagi. Antar pack, Beta, Omega, Luna dan khususnya Alpha!" "Kemudian aku juga ingin berterimakasih, kepada kalian rakyat Black Moon Pack. Kehadiran kalian juga benar benar sangat terhormat. Aku harap kalian semua sejahtera," Lanjut Bov. Mereka semua tersenyum dengan kata kata Bov. Sungguh membuat mereka merasa tersanjung. "Aku tidak ingin terlalu banyak bicara. Membuat acara ini lebih cepat akan lebih baik," Ucap Bov lagi. Kemudian matanya bergerak kearah Mycle. "Aku memanggil mu keatas sini, nak!" Lampu sorot kini menerangi Mycle. Bersamaan dengan mata para tamu yang menatapnya. Amara yang berada tepat di samping Mycle jadi bertambah malu. Jantung nya berpacu tidak normal, tetapi ia memberanikan diri mengangkat kepala dan tersenyum. Ikut bertepuk tangan saat Mycle kini sudah berdiri dan berjalan menuju panggung. Mycle menaiki undakan panggung. Dan kini ia sudah berhadapan dengan Bov. Melihat itu membuat semua para tamu terdiam, menatap serius Mycle dan Bov. "Kau sudah siap, Mycle??" Bisik Bov menatap Mycle dengan alis menyatu. Memastikan Mycle benar benar siap, karena ia tidak ingin ada kesalahan pada saat ritual penobatan anaknya ini. Mycle menarik nafas dalam, membuat d**a bidangnya terangkat. Kemudian menghela nya perlahan. Matanya menatap Bov yakin, kemudian mengangguk. "Aku siap, ayah!" Jawab Mycle akhirnya. Bov tersenyum senang, menepuk pelan pundak Mycle. "Aku yakin kau bisa!!" Bov menoleh, mengisyaratkan salah satu warrior yang sudah berdiri dengan nampan di tangannya yang berisikan sebuah benda suci. Dimana itu akan dijadikan ritual penobatan Mycle sebagai Alpha sejati. Mycle menoleh, di atas nampan itu ada sebuah berlatih kecil bewarna emas. Dan sebuah mangkuk berisikan air, yang Mycle bisa tebak itu pasti adalah air suci. Mycle kembali menghela nafasnya. Terlebih ketika Bov kini sudah mengambil berlatih itu. Bukan hanya Mycle, semua yang melihat Bov dan Mycle diatas panggung turut merasakan sesuatu yang menegangkan. Keadaan menjadi sangat sangat hening. "Aku. Bov Culles! Alpha dari Black Moon Pack! Sebuah pack tangguh, makmur dan jaya. Menyerahkan, jabatan ku sebagai Alpha. Dan seluruh tugasku selama menjadi Alpha. Kepadamu! Mycle Culles!!" Ucap Bov keras, serius, tinggi dan sakral. Suara Bov seperti membuat Ballroom ini bergetar. Tangan Bov bergerak, mengambil tangan Mycle kemudian mulai menebas berlatih itu di sana sehingga mengeluarkan darah segar yang mengalir deras. Lihat itu membuat mereka semua meringis melihatnya. Begitu pun Mycle yang merasakannya, tetapi sekuat tenaga ia menahanya. "Bersumpah lah nak!" Printah Bov. Mycle menarik nafasnya pasti, kemudian mengangguk pelan meyakinkan dirinya sendiri. "Aku, Mycle Culles! Bersumpah, atas nama Dewi Bulan yang Agung. Dan atas nama ayahku Bov Culles dan ibuku Clora Culles! Untuk menerima jabatan ini sebagai Alpha dengan baik. Aku akan menjalankan nya sesuai dengan yang kalian harapkan. Membuat antar pack Damai. Meningkatkan sikap adil, makmur dan merakyat!" Ucap Mycle lantang, berani, pasti dan tegas. Terdengar sangat serius dan tidak main main. Membuat mereka mendengarnya bergidik. Bov tersenyum puas. Bersamaan dengan suara riuh tepuk tangan yang menggelegar. Mycle tersenyum lega, ia berbalik menatap seluruh tamu nya. Dan berhenti pada Amara yang ikut tersenyum bahagia menatapnya. Setelah suara tepuk tangan itu berhenti, Mycle mendekatkan bibirnya pada mic. "Aku memanggil kalian. Wanita yang aku cintai, ibu Clora dan Amara!" Ucap Mycle tiba tiba. Dan itu seketika membuat Amara melemas. Tetapi kemudian wanita itu tersenyum senang. Tubuhnya bangkit berdiri, mau tidak mau. Saat lampu sorot sudah berada diatas kepalanya. Amara dan Clora berjalan beriringan menuju panggung, menyusul Mycle dan Bov di sana. Rasa rasanya ini seperti mimpi. Bagaimana tidak, dirinya saat ini sudah seperti putri raja. Atau bahkan ratu, yang dimana sebuah pangeran berkuda putih yang sangat tampan menunggunya. Clora berjalan menuju Bov, tersenyum seperti ia sudah mengetahui apa yang akan terjadi setelah ini. Sedangkan Amara kini sudah berhadapan dengan Mycle. Lampu sorot menerangi mereka, dan itu membuat jantung Amara bertambah tidak normal. Terlebih saat ini Mycle menatap serius wajahnya dengan mata biru pria itu yang indah. Kemudian tiba tiba saja tangan besar Mycle bergerak. Mengambil kedua tangannya, menggenggamnya erat. "And I Alpha Mycle, tag you Amara Alexandra to be come a luna Black Moon Pack." Ucap Mycle kepada Amara yang sekarang mematung dengan wajah terkejut. Mycle tersenyum, mengelus punggung tangan Amara lembut dengan ibu jarinya. Seolah memberi keyakinan di sana. Amara merasa saat ini ia sedang menginjak awan yang terbang. Berada di atas langit yang indah, bersama dengan pria tampan di depannya ini. Ucapan Mycle barusan kembali terngiang ngiang di kepalanya. Tidak menyadari dan tidak memperdulikan sekelilingnya. Amara tersenyum, memberanikan diri dan menatap Mycle yakin. " And I! Amara Alexandra, accepting to accompany you Alpha Mycle to be Luna Black Moon Pack!" Jawab Amara berani dan penuh keyakinan. Mendengar itu suara riuh tepuk tanggan kembali terdengar. Menggema di setiap sudut ruangan. Mycle mengembangkan senyumnya sempurna. Tanpa ragu ia mendekatkan wajahnya pada Amara, menangkap bibir itu cepat. Melumat nya penuh kasih sayang dan kegembiaraan. Seperti merayakan kebahagiaan mereka saat ini. Kemudian ciuman mereka terlepas, Mycle menatap wajah cantik Amara dengan teliti. Kemudian tersenyum. "You're so beautiful Lunan!" Bisik Mycle kepada Amara dengan wajah mereka sedekat ini sehingga Amara dapat merasakan deru nafas Mycle yang harum. "And you look very handsome possessive Alpha!" TBC
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD