Rumor

1116 Words
Bella berjalan pulang dengan dua kantong plastik besar di tangan kanan dan kirinya. Keringat mengalir di sisi wajahnya, membuat wajah yang biasanya putih lembut kini berubah kemerah-merahan. Napas Bella tak teratur, sesekali berhenti sejenak di sisi jalan untuk menyesuaikan napas. Tampaknya tubuh Bella tak terlalu baik. Dia butuh olahraga agar daya tahannya tidak selemah ini. Bianca menatap aspal yang berdebu di depannya, meratapi nasib dirinya yang terkesan lemah. Bella menatap seorang wanita yang membawa karung besar yang tampak berat. Wanita itu tampak tak terpengaruh sama sekali, tetap berjalan dengan langkah-langkah mantap. Bella menatap dirinya sendiri, menggeleng tak berdaya, dan menguatkan tekad sebelum akhirnya meneruskan langkahnya lagi ke kediaman Michael. Siapa yang mengira di tempat ini kebanyakan wanita memiliki tenaga kuda dan kekuatan di atas standar? Entah Bella harus berdecak kagum atau simpati. Lingkungan telah membuat kaum wanita di tempat ini memiliki daya tahan fisik yang baik di atas rata-rata. Saat mendekati kediaman Mic, ada dua orang wanita yang berjalan dengan membawa sekantong daging di tangan. Mereka menatap Bella dengan sorot mata ingin tahu saat melihat Bianca semakin mendekati kediaman Michael. "Maaf, Miss, arah yang kauambil milik kediaman Mr. Navaro," kata seorang wanita dengan kaos merah bertuliskan "I Love USA". Seluruh hurufnya menggunakan huruf besar dengan sentuhan keemasan. "Ya." Bella mengangguk, membenarkan. Kedua wanita itu saling pandang dengan bingung. Wanita di sisinya yang mengenakan dress katun sederhana berdaham canggung. "Mungkinkah kau membuat kesalahan?" tanyanya. Kesalahan? Tentu saja tidak. Ini memang arah yang dituju Bella. "Aku tinggal sementara di rumah Mr. Navaro!" Bella tersenyum canggung, mencoba memberikan sedikit penjelasan. Kedua wanita itu terkesiap secara bersamaan, menatap Bella dengan tatapan rumit, ingin mengatakan sesuatu, tetapi tampaknya masih mereka tahan dengan kuat. "Maaf sebelumnya, tapi apakah ada yang salah? Mungkin aku perlu mendengar beberapa hal untuk kuperhatikan di masa depan!" Bella mendekat ke arah mereka, mencoba mengorek informasi. "Kau … apakah kau tidak tahu apa-apa?" tanya wanita berkaos merah. "Tahu apa maksudmu? Bisakah kau memperjelas?" "Ini … emh …." Saat si kaos merah ingin berbicara, wanita di sisinya menarik lengannya untuk memperingatkan. "Tidak apa-apa. Kami hanya tidak menyangka wanita sepertimu akan memilih kediaman Mr. Navaro sebagai tempat tinggal sementara!" Wanita yang mengenakan dress katun berwarna hijau mencoba menjelaskan. "Ah ya. Itu maksud kami. Jika boleh kami menyarankan, ada penginapan lain yang lebih baik, seandainya kau berminat! Aku akan merekomendasikannya padamu!" Ada jejak ketulusan di mata wanita berkaos merah, seolah-olah ingin memberikan saran yang berguna bagi Bella. Di mata dua wanita itu, Bella dinilai tak mengerti apa-apa. Yah,csebenarnya, Bella memang tak mengerti apa-apa sama sekali. "Tidak perlu. Sejauh ini, aku cukup nyaman dengan kediaman Mr. Navaro!" Bella mencoba berbohong. Tampaknya kebohongan Bella cukup bagus, sehingga dua orang di hadapannya tercengang hebat. Bisa dikatakan hidup di bawah satu atap dengan Mic seperti hidup di atas jungkat-jungkit. Sedikit saja bergerak ke arah yang tidak tepat, resikonya jatuh babak belur. Begitulah yang Bella rasakan setiap kali dekat dengan Michael. Tidak ada kenyamanan sama sekali. Selalu diliputi perasaan krisis. Namun, bagaimana bisa Bella mengatakan semua itu? Rumah Mic masih menjadi satu-satunya perlindungan Bianca saat ini. Dia tak bisa membuat banyak masalah. "Miss, jika kau mengalami masalah atau apa pun itu, atau sesuatu yang tidak nyaman, kau bisa menemukanku di ranch M&M. Aku bekerja di sana!" Wanita berkaos merah itu menunjuk kediaman utama ranch yang saat ini terlihat sepi. "Masalah? Apa maksudmu?" "Ah tidak tidak! Ini hanya perandaian saja." "Kami memiliki sesuatu untuk dilakukan. Selamat tinggal!" Wanita berdress hijau itu menarik temannya, menjauhi Bella dengan gerakan cepat. Sepeninggal mereka, Bella mengerutkan kening cukup lama. Dia melamun di tempat ini, hampir lupa dengan barang-barang yang ia beli. Ada apa sebenarnya dengan kediaman Mr. Navaro? Tampaknya bukan hanya satu orang saja yang kaget mengetahui Bella menginap di kediaman Mic. Bella masih ingat kasir di toserba tadi juga bertanya tentang rumor. Hanya saja saat Bella ingin mencari tahu, wanita itu menggeleng lemah, menolak menjelaskan lebih jauh, dan hanya meminta Bella untuk berhati-hati. Hanya saja … berhati-hati dengan siapa? Kenapa Bella harus berhati-hati? Dia ke sini melarikan diri dari sumber konflik, bagaimana mungkin sekarang ia merasa masuk ke konflik baru yang tak ia mengerti? Semua orang menunjukkan sikap yang ganjil pada Bella setiap kali mereka tahu Bella tinggal di sini, di rumah Michael. Jadi ada apa sebenarnya? Rasa ingin tahu yang Bella miliki semakin membesar. "Apa menurutmu wanita itu tidak tahu apa-apa?" kata wanita berkaos merah yang masih sempat terdengar oleh telinga Bianca. "Tidak. Jika di tahu, dia tak akan berani tinggal di sana!" sahut wanita lain dengan nada prihatin. "Kau benar juga. Seharusnya dia tahu semua itu dari awal!" Wanita berkaos merah mengangguk membenarkan, simpati dan empati di matanya semakin jelas. Mereka bercakap-cakap, suaranya terdengar samar-samar, semakin tak terdengar dan tak bisa ditangkap Bella dengan mudah. Bella mengerucutkan bibirnya, menatap rumah bergaya tudor di hadapannya, merenung cukup lama, dan memilih berdiri di sini untuk menyegarkan pikiran. Bella merasa semua hal di sekelilingnya menciptakan puzzle kecil yang tak bisa ia rangkai dengan mudah. Dia butuh menganalisis semuanya, mulai meragukan apakah keputusan Steve terkait penempatan Bella di tempat Mic merupakan hal yang benar atau tidak. "Aku mendengar pembicaraanmu bersama kedua wanita tadi!" Suara seorang wanita tua dengan wajah setengah latin mengejutkan Bella. Dia menoleh ke belakang, melihat wanita tua dengan kucing besar di sisinya yang sibuk mengibas-ngibaskan ekor dengan suka cita. Bella tak terlalu memperhatikan keberadaan orang tua itu. Dia tadinya hanya fokus pada dua orang wanita yang kini telah pergi entah ke mana. "Nenek!" Bella mengangguk kecil, dalam hati ingin mengingatkan jika menguping pembicaraan orang lain termasuk jenis ketidaksopanan. "Panggil saja aku Amy! Ke sinilah, Nak! Apakah kau tertarik bermain dengan kucingku?" tawar wanita itu dengan ramah. Seluruh tubuhnya telah beruban, membuat wajah tuanya terlihat kian bijak di usia senjanya. "Kucingmu, ras apa ini?" Bella mendekat, menggaruk perut kucing gendut dengan bulu-bulu tebal, yang langsung ditanggapi dengan antusias oleh kucing tersebut. "American Shorthair! Panggil saja dia Catty. Dia ramah dan mudah bergaul pada banyak orang!" Amy berkata dengan nada bangga. Kucing jenis America Shorthair adalah salah satu ras kucing yang memiliki masa umur panjang. Selama dirawat dengan benar, kucing jenis ini mampu hidup selama lima belas tahun, atau bahkan lebih. "Halo, Catty! Kau cantik dan menggoda!" Bella, yang memiliki kelemahan pada semua ras binatang berbulu, langsung jatuh hati pada Catty. "Suka?" "Ya." Binar mata tak bisa membohongi kebahagiaan Bella. "Kau bisa bermain dengannya sebentar!" Amy dengan baik hati mempersilakan. Tidak menolak niat baik Amy, Bella berjalan menyusuri jalan bersama Catty, diikuti Amy di belakangnya. Setelah lima puluh meter lebih, tiba-tiba Amy menyampaikan sesuatu yang membuat Bella membeku. "Sebenarnya, Nak, Mr. Navaro memiliki rumor buruk di masa lalu. Dia dianggap membunuh mantan istrinya sendiri! Kedua wanita tadi ingin mengingatkanmu untuk berhati-hati, tetapi mereka tak berani menyampaikan semua rumor itu padamu!" …
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD