"Va---pelan--pelan sayang. Kamu lagi hamil." Bram berusaha menenangkan istri nya yang berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit, saat mendapatkan kabar Sabrina masuk rumah sakit. "Aku khawatir." Suara Valen berubah bergetar, sesekali dia menyeka air mata nya. "Iya aku tau. Tapi kamu juga harus mikirin kondisi bayi kita sayang. Sabrina pasti baik-baik saja." Ujar Bram menenangkan sembari mengusap pundak Valen yang berada dalam rangkulan nya. Valen mengangguk, dia berharap seperti itu. Dia baru saja kehilangan ssosok orang tua, dia tidak ingin kehilangan sosok saudara yang bahkan belum pernah dia temui selama ini. Di kejauhan Valen menangkap sosok Gevan, Zoya dan Alya di sana. Langsung saja dia mempercepat langkah nya. "Van---gimana Sabrina?" Tanya nya sarat akan kekhawatiran. Gevan

