Zoya melangkahkan kaki nya di lorong sepi rumah sakit tersebut yang hanya di terangi oleh lampu remang-remang. Pandangan nya lurus ke depan, dengan kedua tangan yang di masukkan ke dalam saku jaket kulit yang dia kenakan. Semilir angin malam yang terasa begitu dingin menyentuh permukaan kulit wajah nya. Hujan yang tadi turun sangat deras mengguyur ibu kota, kini di gantikan dengan rintik hujan yang berubah menjadi embun ketika di tiup oleh angin. Dia biarkan angin meniup rambut nya hingga menutupi sebagian dari wajah nya. Pandangan nya terus lurus ke depan, dengan langkah yang mengiringi nya. Sebuah bayangan melintas di benak hya. Bayangan dimana momen kebersamaan nya bersama dengan kelima teman nya yang lain. Senyum dan tawa kini memenuhi benak nya, dimana persahabatan mereka masih beg

