Saat Nadhira menanyakan Livia William hanya bisa membeku di tempatnya. "Livia gak kesini?" tanyanya dengan jantung berdebar kencang. Nadhira mengerutkan keningnya bingung. "Loh, enggak?" William terduduk lemas. "Ada apa? Kalian bertengkar?" raut wajah Nadhira nampak khawatir. "William?" tanya Nadhira lagi, saat William tak menjawab. "Livia pergi," ucap William dengan lesu. "Apa maksud kamu? Pergi kemana?" "Saya gak tahu, makanya saya datang. Saya kira Livia kemari." "Astaga, Via. Apa yang sudah kamu lakukan?" Nadhira menekan dadanya dengan gelisah. "Dia gak punya siapapun selain aku. Sebenarnya apa yang terjadi?" William terdiam sesaat sebelum berkata. "Aku melakukan kesalahan, Livia marah, dan pergi." William menundukkan wajahnya. "Apa itu? Apa kesalahan kamu? Sampai-sampai Livi

