"Pretty. Sini sayang. Akhirnya kamu datang juga." Uttari dengan dandanan ala penyanyi rock n roll andalannya, segera merentangkan lengan seraya berseru heboh bin semangat di detik pertama Dae menunjukkan kepala. "Maaf Tante, Kak. Dae telat. Tadi Aa-Aa agak ribet. Uhm. Beneran nggak apa-apa Dae ajak Aa-Aa Dae?" "Ya, nggak apa-apa dong, pretty. Malah bagus. Jadi makin rame." Uttari menengok ke belakang Dae. Melambaikan tangan. "Sini sayang. Aa-Aa nya Dae. Nggak usah malu-malu." Dae berpaling pada Damunta dan Duta yang berdiri kaku di depan mobil. Kepala Dae pun terkedik menyuruh keduanya mendekat. Sesungguhnya masih agak tak menyukai ide keikutsertaan mereka, tetapi Dae tak punya pilihan lain kalau tak mau tidak di beri izin. Sebelum lupa, Dae ingin beritahu kalau hari ini adala

