"Gimana kalau kita main truth or dare?" Mama Kenji memberi usulan. "Usul yang bagus, sayang. Kayaknya permainan itu seru sekali. Aku sering melihat orang-orang memainkan itu." Suaminya yang bule itu lantas mendukung. "Iya. Aku setuju. Truth or dare juga bisa bikin kita tambah akrab, dan ada tantangannya sendiri. Iya kan, Dae?" Dae tersenyum sekenanya, lantas mengangguk singkat. Dae menahan diri supaya bola matanya tak terputar mendengar penuturan gadis itu. "Oke. Kalau gitu sudah di tentukan. Biar aku cari botolnya dulu." Botol pun terputar. "Oke mantan suami ku yang sekaku tiang listrik, pilih truth or dare." Berpasang-pasang mata kini tertambat pada laki-laki paruh baya pemilik rupa yang sebelas dua belas dengan Kenji. "Dare." "Okay. Kalau gitu sekara

