BAGIAN 21

1013 Words

Hana menatap Dhava dengan kesal, kenapa juga mama Dhava tiba-tiba ada di kantor malam-malam seperti ini. Sekarang sosok wanita paruh baya itu sedang duduk di atas sofa, memperhatikanku dan juga Dhava sejak tadi. Tidak berbicara, hanya menyuruhku untuk makan. Namun tidak dengan Dhava. “Ma, masa iya anak sendiri gak dibolehin makan sih? Mama tega sama, Dhava? Nanti, kalo Dhava sakit gimana dong!” “Diam kamu ya, tidak usah banyak bicara atau tidak! Mama akan melaporkan perbuatanmu ini pada ayahmu, apa kamu pikir mama tidak tahu kamu membawa makanan dari rumah dan kembali ke kantor?” Ini pasti Matt, kesal Dhava. Sekretaris pribadinya itu sepertinya kembali berulah lagi. Dhava kesal, lalu memainkan ponselnya, sesekali matanya menatap mulut Hana yang penuh dengan makanan. Seolah tidak peduli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD