“Kenapa lo bisa sama Dhava? Kena apa lo?” Hana yang memegang pinggang Harry menekan kuat pinggang lelaki itu, membuat Harry hampir saja kehilangan keseimbangan. Harry menghentikan motornya di pinggir jalan dan menatap Hana kesal. “Anjing ya, kalo mau mati, lo sendiri aja Na. Gue gak mau!” “Makanya, jangan nanyak yang aneh2, gue bunuh juga nanti lo pas tidur!” “Ya Ampun, gila!” seru Harry dan lekas melajukan motornya lagi. Dari kaca spion, Harry bisa melihat bahwa mobil hitam yang tadi dia lihat hampir di masuki oleh Hana mengikuti mereka dari belakang. Hana yang sadar hanya memberikan perintah pada Harry untuk mempercepat laju motornya. Di lampu merah, Harry menyisipkan motornya menembus padatnya lalu lintas. Dan berhasil menghindar dari Dhava. Hal itu sontak membuat lelaki itu berdeca

