Hana terjebak di rumah Dhava, bersama dengan tante Yuna yang paniknya setelah mati. Bisa-bisanya baru sampai, bukannya bertanya keadaan Dhava yang terluka, tapi malah membalikkan tubuh Hana dari atas sampai bawah. Sementara Dhava yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, lama-lama ini mamanya lebih baik mengadopsi anak orang saja. Daripada dirinya sendiri. Dhava merebahkan dirinya di atas sofa, masih menatap Hana dan mamanya yang masih histeris mendengar cerita Dhava barusan. “Udah, mulai sekarang lebih baik kamu tinggal di rumah mama saja, daripada buat khawatir seperti ini, mama gak bakal bisa tidur dengan tenang. Tidak ada penolakan, besok Dhava bakal angkut semua barang-barang kamu dari tempat tinggal kamu!” “Tapi tante saya….” “Apa sebenarnya kalian itu tidak pacaran ya? Kalo

