"Kapan kita kembali ke jakarta?" Zayn dan Nara sedang duduk santai di halaman belakang rumah Wildan, ditemani dengan dua cangkir kopi panas dan cemilan, Zayn menemani Nara berkutat dengan pekerjaannya melalui tablet. "Besok." "Kenapa gak hari ini?" "Mas lupa saya ada janji sama temen temen saya nanti malam?" selidik Nara. "Oh iya juga. Laki laki itu ikut?" "Fahmi? Iya dong." Tania datang tidak lama kemudian, ia membawakan dua bungkus seblak untuknya dan Nara. Zayn memandangi ke dua nya dengan heran. "Mas mau?" Tania menawarkan. "Itu apa?" Zayn penasaran. "Ini seblak." "Kelihatannya tidak sehat." Nara dan Tania saling berpandangan lalu tertawa terbahak-bahak. "Ya memang engga, tapi enak banget. Rugi kalau gak pernah coba." ujar Tania. Zayn duduk di samping Nara yang sedang men

