bc

Rencana Jatuh Cinta

book_age18+
3
FOLLOW
1K
READ
family
HE
love after marriage
fated
opposites attract
friends to lovers
arranged marriage
heir/heiress
drama
sweet
bxg
kicking
witty
campus
highschool
like
intro-logo
Blurb

Dihadapkan dengan situasi sulit, Zayn dan Nara memutuskan menikah. Namun, kehidupan pernikahan mereka menjadi jalan terjal yang sulit dilalui keduanya. Kendati menolak menyerah, ada hal-hal yang akan sulit diperbaiki. Mampukah mereka menghadapinya?

chap-preview
Free preview
Bab 1
"I would like to know if there's any correction of the work.." (Apakah ada yang harus dikoreksi?) "No need, everything's okay, Great work, you never dissapoint, and also I'd send you the payment in a second.." (Tidak ada, semuanya bagus, pekerjaanmu memang tidak pernah mengecewakan, pembayaran akan saya kirim sebentar lagi.) "That's great, thanks Mr. Wayne." Nara baru saja menyelesaikan virtual meetingnya dengan salah satu klien, ketika pintu rumahnya terbuka. Sosok tampan dengan rahang tajam namun dingin itu memasuki rumah tanpa sepatah kata, hanya terdengar suara ketukan sepatunya menggema di lantai. Wajah tegas itu melirik Nara, lalu kembali melangkah menuju lantai dua, kamarnya. Nara hanya mengangkat bahunya dan menghela nafas pelan, sudah lebih dari dua tahun menghadapi manusia 0° itu, ia akhirnya terbiasa. Nara beranjak dari duduknya dan melangkah ke dapur, ia mulai menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak sebagai sajian makan malam. Malam ini, ia memasak udang asam manis dan cap cay. Ia tak pernah memasak banyak menu, sesuai permintaan suaminya yang tidak suka jika terlalu banyak menu dihidangkan di meja makan. Begitu selesai menata masakan di meja, ia memutuskan untuk mandi sebentar sebelum memanggil suaminya. Sayup-sayup ia mendengar suara suaminya berbicara di telepon. Sebelum ia beranjak, hatinya menciut mendengar suaminya menyebut nama 'Ambar', kakak tiri Nara. -- Flashback. Ambar dan Zayn adalah pasangan yang serasi, interaksi keduanya sangat manis dan hangat. Seringkali mereka membelikan Nara makanan manis favoritnya. Zayn menjadi sosok kakak laki-laki untuk Nara, tak jarang Nara mencurahkan isi hatinya soal laki-laki yang disukainya, dan Zayn akan mendengarkan bahkan meledeknya. Di tahun ke tiga hubungan mereka, Zayn melamar Ambar. Keduanya memutuskan untuk menikah pada akhir tahun. Retno, ibu Ambar, tentu sangat antusias. Sedangkan Wildan, ayah Nara, terlihat biasa-biasa saja. Mungkin karena, Ambar tidak butuh restu dan diwalikan olehnya. Dua bulan menjelang pernikahan, masalahpun terjadi. Yono, ayah kandung Ambar, meminta syarat berupa uang 500 juta untuk menjadi wali. Di tengah keributan Retno yang mengamuk, dan Ambar yang menangis, Zayn memutuskan untuk memberikan uang itu untuk Yono. Masalahpun selesai. Hari pernikahan tiba, sosok Yono terlihat lusuh menghampiri Wildan sebelum akad di mulai. Yono menceritakan kebahagiaannya mendengar putri satu-satunya akan menikah, hingga ia menjual sapi kesayangannya agar bisa datang dari Malang ke Bandung. Tentu Wildan terkejut, ia pamit sebentar untuk mencari Retno. Yang lebih mengejutkannya adalah, Retno dan Ambar yang harusnya sedang didandani justru menghilang. Ketika kabar itu terdengar ke telinga Zayn dan orang tua nya, mereka marah dan menuntut pertanggung-jawaban. Budi dan Kamila, orang tua Zayn, mulai menuntut kejelasan, karena bagi mereka, situasi akan sangat runyam jika harus membatalkan pernikahan. Yono memohon ampun pada calon besannya, meminta maaf mewakilkan anaknya, namun apa daya, Zayn dan orang tua nya tentu tahu bahwa Yono tidak bersalah sama sekali. Memikirkan amarah dan rasa malu yang akan ditanggung seluruh keluarga, membuat Zayn mengambil keputusan untuk menikahi Nara. Nara yang baru saja selesai didandani sebagai pengiring pengantin itu menolak keras pernikahan ini. Namun, karena ayahnya memohon, bahkan Yono pun memohon padanya, pernikahan itupun dilangsungkan. Tamu undangan bergunjing, mempertanyakan apa yang terjadi sehingga nama mempelai tidak sama dengan yang tersebar pada undangan. Satu tahun lalu, Nara baru tahu bahwa Ambar mengandung bayi pria lain menjelang pernikahan, itulah mengapa Retno meminta uang 500 juta dan membawa Ambar kabur. Selama pernikahannya dengan Zayn, Nara dan Zayn tidak pernah betul-betul berinteraksi layaknya suami istri. Awalnya Nara tetap bersikap seperti seorang adik pada kakaknya, namun Zayn selalu mengabaikannya, terkadang hanya menjawab seadanya, tanpa benar-benar mencoba memperbaiki hubungan. Kedekatan seperti kakak dan adik yang sebelumnya ada berubah menjadi dingin, seolah mereka hanyalah dua orang asing yang tinggal satu atap. "Saya menganggap pernikahan ini hanyalah formalitas, dua insan yang tidak seharusnya bersama. Kamu seharusnya jadi adik saya. Kalau saya boleh minta, bertahanlah dua tahun, rasanya cukup wajar untuk berpisah." --- Makan malam berlangsung dengan sunyi, pasangan suami istri itu saling mendiamkan. "Gimana kegiatan hari ini?" tanya Zayn. Nara menghentikan kegiatan makannya dan meminum air dari gelas di depannya. "Cukup baik." Zayn hendak bertanya lebih jauh namun mengurungkan niatnya. "Besok saya akan kunjungan kerja ke Bali, kamu mau.." "Ya, silahkan." Nara beranjak dari meja makan dan membawa piring-piring kotor ke wastafel. Meninggalkan Zayn dengan kalimatnya yang terpotong. Di awal pernikahan, Nara akan banyak bertanya, kunjungan kemana, dengan siapa saja, atau apakah dia boleh ikut atau tidak. Dan Zayn akan menjawab tidak boleh. Membuat Nara memonyongkan bibirnya. Setelah hampir dua tahun, Zayn baru menyadari, ia tidak pernah lagi melihat Nara tersenyum. Zayn tak beranjak dari kursinya, ia memandangi punggung Nara yang sedang mencuci piring. Punggung yang belum pernah ia sentuh. Nara yang sudah selesai dengan kegiatannya beranjak pergi dari dapur. "Mau kemana?." tanya Zayn. Alis Nara berkerut. "Ya ke kamar. Kemana lagi?" Jawaban ketus Nara membuat Zayn kikuk. Zayn melihat Nara memasuki kamarnya sendiri, ya, bukan kamar utama. Mereka memang tidak tidur di kamar yang sama, hanya sesekali jika Kamila berkunjung dan berpatroli di rumahnya. Zayn menyusul Nara dan memasuki kamarnya. Nara sontak terkejut. "Ada apa, mas?" tanya Nara. "Eh? Anu.." Zayn bingung, ia menggaruk kepalanya. "Baju saya, belum kamu siapkan, kan?" Nara terhenyak, Zayn membuntuti Nara ke kamarnya hanya untuk hal sepele itu. Nara kemudian berjalan cepat menuju kamar Zayn, Ia mengambil koper yang biasa Zayn bawa, di dalamnya sudah terisi dokumen-dokumen yang Zayn perlukan, Nara hanya tinggal memasukan beberapa setelan kerja ke dalamnya, tak lupa ia membawakan kaus dan celana santai, juga pakaian dalam. Setelah selesai, Nara pamit kembali ke kamarnya. Namun, Zayn menghentikannya, ia meraih lengan Nara. Nara menatap Zayn bingung, Zayn buru-buru melepaskan lengan Nara. "Ada yang kurang?" tanya Nara. "Makasih, Nara." Nara mengangguk. Ia lalu berjalan keluar kamar Zayn, namun langkahnya terhenti saat mencapai pintu, ia membalikan badannya dan memanggil Zayn. "Boleh saya bicara sesuatu?" tanya Nara. "Boleh, ada apa? Sini duduk dulu." Zayn mengajak Nara duduk di tepian ranjangnya, lalu duduk disebelah Nara. Merasa jaraknya dengan Zayn terlalu dekat, Nara pun sedikit bergeser. "Mas.." "Nara.." "Mas dulu.." ujar Nara. Zayn berdehem. "Besok, kamu mau ikut ke Bali?" "Hah?" Jujur saja Nara terkejut, pria yang biasanya akan menolak keinginannya untuk ikut ke tempat kunjungan kerjanya, kali ini justru memintanya ikut. 'Kesambet ni orang?' batin Nara. "Kenapa diam? Kamu mau bilang apa?" tanya Zayn. "Oh itu, emm, saya mau.. cerai."

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Pawang Cinta CEO Playboy

read
1K
bc

MY LITTLE BRIDE (Rahasia Istri Pengganti)

read
19.5K
bc

Revenge

read
36.6K
bc

Menikah, Karena Tak Sengaja Hamil

read
1K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
42.7K
bc

Hati Yang Tersakiti

read
7.5K
bc

Dendam Dan Cinta Sang Putri Sah

read
1.4K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook