"Terima kasih, sus." Tania mengantar perawat yang baru menggantikan cairan infus Nara ke luar, ini jam 2.00 dini hari, dan Zayn masih duduk di depan ruangan Nara. Zayn beranjak bangun ketika perawat ke luar. "Gimana Nara, Tan?" Tania hanya menengok ke arah Zayn lalu kembali masuk dan menutup rapat pintu kamar rawat Nara. Gadis itu membenci Zayn. Menurut nya, apa pun motif Zayn saat ini sudah sangat terlambat. Jadi, selagi Nara belum memaafkan Zayn, ia tidak punya alasan untuk beramah tamah pada laki laki itu. Tania terbangun saat Gina dan Wildan datang. "Sarapan dulu, terus istirahat ke hotel." ujar Gina. Wildan mengamati beberapa kotak makan dan roti di kamar Nara. "Semalam ada yang kesini?" "Itu dari mama Kamila." ujar Tania. Tania sempat bertanya tanya apa kah Zayn masih ada d

