Ia kehilangan lagi. Dan lagi, ia penyebab kehilangan orang tersebut. Gadis yang harusnya menjadi kembaran baginya, kini tak bisa ia genggam lagi. Bahkan hanya sebentar, hanya sebentar ia menyentuh kembarannya tapi ia sudah kehilangan. "Saya pikir. Saya yang paling menderita disini." Suara lain membuyarkan lamunannya. "Bukannya semua orang pasti menderita." Jawaban kosong dari sang gadis membuat lelaki itu bergerak lebih maju untuk mendekat kearah gadis tersebut. "Tapi semua orang juga bahagia kan?" Tanya sang gadis, kali ini gadis itu mendongak menatap sang lelaki yang berada dihadapannya. Lelaki itu tersenyum, balas menatap sang gadis. Lalu ia memeluk sang gadis berusaha menyalurkan kekuatan yang ia punya. "Tak apa, mungkin hari ini kita berdua menderita. Lain kali kita berdu

