chapter 47

1146 Words

Pagi yang cerah menyinari ibu kota, awan putih berkelabut di langit langit biru. Rutinitas semau orang kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. Jalan raya pun sudah dipadati dengan dengan banyaknya mobil berlalu lalang. Sementara di sebuah rumah bernuansa clasik. Semua orang kembali dikejutkan dengan suara muntah Zahra yang secara tiba-tiba kambuh lagi, wanita itu muntah saat hendak memakan sarapan pagi. Karena hari ini ada pertemuan penting dengan beberapa investor dan pengusaha Belanda Varrel dan Aldi terpaksa harus berangkat pagi. Maka dari itu pagi-pagi sekali tadi Bi Ani memasakkan sarapan pagi. "Hueekkk ...." Suara muntahan Zahra kembali terdengar, pasalnya perutnya sudah mencapai enam bulan, seharusnya kejadia seperti ini sudah hilang. "Kita ke dokter ya sayang?" tawar Var

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD