Bab 15. Lanjut atau Berhenti

1158 Words

“Saya ….” Arka menatapku cukup lama, tapi kemudian dia menatap ayahku. “Ikut apa kata Aya saja, Om.” Kalimatnya terdengar seolah-olah semua keputusan dilimpahkan padaku. Mereka lalu menatapku dengan sorot mata tidak sabar, menungguku untuk segera menjawabnya. Perasaan antara malu dan kesal kini bercampur menjadi satu hingga membuatku berubah menjadi patung. Sampai sebuah tangan menyentuh lenganku, dia adalah Mama. Aku kembali menengadahkan wajah, menatapnya tajam sambil membatin. “Apa-apaan dia? Kenapa justru melimpahkan semuanya sama gue? Awas aja nanti akan kubalas semua ini!” “Nak Aya,” panggil Tante Turi. Pandanganku langsung ke arah samping Arka, lalu memasang senyum senatural mungkin. “Jika Pak Arka menyerahkan pada saya semua, lalu apa saya bisa menolaknya?” Aku mencoba untuk te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD