DELAPAN

631 Words
Hari senin hari yang sangat membosankan. Fanya....."triak kayla saat melihat fanya..kayla masih marah karna kemarin fanya meninggalkanya saat di mall. Ampun kay...gw kemarin benar benar lupa kay..gw kecapaean sampe rumah langsung tidur , gak tau kalau hp gw mati kay."ucap fanya menjelaskan. Tega banget lo fan..gw kaya gembel tau hujan hujan di depan mini market kedinginan hp mati dompet juga di mobil lo."balas kayla menumpah kan kekesalanya.sedangkan fanya hanya meringis. Terus lo gimana pulangnya kay?"tanya lusi. Udah tengah malem gila...gw sendirian untung ketemu vano."ucap kayla. Lo pulang bareng vano tengah malam gitu..emank lo gak di omelin bonyok lo kay."tanya fanya antusias karna fanya tau gimana keluarga kayla dia udah berteman dari sd. Ya gila kali...gw gak pulang lah gw nginep di tempat vano."bisik kayla takut yang lain denger. Serius lo...kay..lo nginep di rumah vano..terus bonyok vano gimana tuch?"triak fanya terkejut. Njirrr toa lo fan..tolong di kondisikan."sinis kayla. Kay yang gw denger vano kan tinggal sendiri di apartemen,berarti kalian beduaan....oh my god."pekik lusi sambil menutup mulutnya. Husss...otak..di cuci dulu lus...jangan mikir aneh aneh..vano emank tinggal sendiri di apartemen..tapi kita gak ngapa ngapain ko..gw tidur di kamar sedangkan vano di luar."jelas kayla. Kirain kalian...naena.."jawab lusi dengan watadosnya. Njirrr lo lus otak ngeres banget."kata kayla gemas. Ya elahh kay..ngapa ngapain juga gak papa ko."hahaha fanya tertawa terbahak menjaili kayla. Idih..punya teman otak gesrek semua."decak kayla sebal. Sedangkan fanya dan lusi masih saja menertawakan kayla. Saat bel istirahat.seperti biasa kantin penuh sesak. Aduh guys penuh nech..mau duduk dimana."tanya lusi sambil nengok kanan kiri berharap ada bangku kosong. Balik lagi aja yuk..penuh banget."usul kayla. Tapi kita laper kay."ucap fanya memelas. Mereka pun masih sibuk mencari bangku kosong. Nah itu kosong di pojokan."seru fanya girang..ayo kesana. Mereka pun akhirnya duduk di bangku pojokan itu. Tak lama ada rombongan sayra mendekati. Brakk... Sayra mendebrak meja kayla dkk. Ada apa yah ka?"tanya kayla. Lo bilang ada apa??lo bego yah..ini tuh meja vano and the geng berani beraninya kalian duduk di sini."sembur sayra marah. Maaf ka ..kami gak tau.kami kan masih baru di sini."balas fanya. Udah say..kasih pelajaran ja..ma tiga junior ganjen ini."kata hani antek antek sayra. Sayra pun berjalan ke salah satu meja dan menggambil dua gelas es kemudian menyiramkan ke arah kayla ,fanya dan lusi. Ohh shitt...baju gw basah.."pekik kayla yang basah kuyup karna kayla duduk sendiri dan dekat dengan sayra. Hahaha...sayra dan antek anteknya pun tertawa mengejek. Kemudian sayra menarik kerah kayla."lo beraninya mengumpat ke gw..?"sinis sayra dan mengangkat tanganya akan menampar kayla. Kayla pun menutup matanya tapi pipinya tak merasa sakit dan tarikan di kerah bajunya terlepas.saat kayla membuka mata di depanya sudah ada vano dan temanya. Vano sedang memegang pergelangan tangan sayra yang tadi hendak menampar kayla. Lepas van...sakit.."rintih sayra. Lo jangan ganggu kayla lagi."ucap vano tajam. Gw kan cuma peringatin mereka van..itu kan bangku lo."jawab sayra membela diri. Ini bukan bangku kita ko..ini milik sekolah."kata vano sinis. Aduhh..van udah lepas..sakit..."sayra hampir menangis kesakitan matanya berkaca kaca. Udah bro lepasin..tuh anak orang tar nangis ".kata tama memperingatkan vano.Akhirnya vano melepaskan cekalanya dan sayra pun bergegas pergi bersama antek anteknya. Lo gak papa.."tanya vano sambil melepas jaketnya dan memakaikanya ke kayla. Gak usah van..gw gak papa"kata kayla akan melepas jaket vano.belum sampai kayla melepaskan jaketnya. Vano sudah mendekat dan berbisik lirih tepat di telinga kayla".pake aja..BH lo keliatan kay."kemudian vano membenarkan posisi berdirinya lagi. Ihhhhh....vano nyebelin banget sih...rese.."geram kayla dalam hati sambil membenarkan lagi jaket vano pada tubuhnya. Ehemmm...kita mah apa atuh..berasa hantu gak keliatan".sindir sam. Yang lagi jatuh cinta mah bebas."timpal restu. Kalo lagi kasmaran mah di mana aja boleh.."celetuk tama. Kayla pun blushing mendengar celotehan teman vano. Cieee blushing...cieee.."kata fanya dan lusi ikut memanasi suasana. Ihhh...apa sih kalian norak tau gak sih.."kata kayla sambil salah tingkah. Semua yang ada di sana pun tak henti hentinya menjaili kayla..sedangkan vano hanya diam cuek dengan muka datarnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD