Rencana Pertama Rati

1159 Words
Hari itu di Kantor Hukum Leon – Vibes “Overworked CEO Tapi Masih Ganteng” Leon nongkrong di kantor hukumnya yang aesthetic kayak set drakor Goblin. Meja doi stacked sama berkas kasus pengadilan, laptop nyala 24/7, coffee cup udah kering sejak pagi. Mike, si playboy sejati, lagi videocall sama Ana—helicopter sibling level dewa. Leon side-eye doi sambil grind laporan. “Apa itu Ana?” Leon nyeletuk curious, tapi sok cool. “Iya.” Mike jawab singkat, mukanya kayak abis doxxing di Twitter. “Apa yang ia bicarakan?” Leon gaslight lagi, dalem hati kepikiran Rati. “Ada gadis yang ingin minta kencan buta.” Mike nyengir sok innocent, tau banget doi lagi tes kesetiaan Leon. “Ahhh…” Leon merintih kayak abis denger lagu BTS diremix ala campursari. “Kenapa? Apa kamu khawatir itu Rati?” Mike clapback pake evil laugh. “Kamu,,Sialan.” Leon umpat ala bad boy di w*****d. Cut to obrolan mereka soal hubungan Mike-Meli. “Kami sudah berbaikan. Ah aku tak habis pikir dengan Steven dia bilang ingin menikah.” Mike ngoceh kayak podcaster gagal. “Lagi?” Leon nyeletuk, mukanya kayak liat orang repeat t****k 10x. “Dia emang binatang.” Mike gaslight Steven yang udah mau nikah ke-4 kali. Squad ini mah walking red flag, tapi masih vibe kayak The Avengers versi boomer. Sementara itu, Rati lagi chill di café instagrammable sama Bu Meli. Temanya: “Nongkrong sambil Healing dari Situationship”. Rati flex foto Leon jaman SMA yang doi colong dari buku tahunan Ana. “Lihat wajah Kak Leon di foto ini. Dia terlihat sangat muda.” Rati berkicau sambil senyum kayak simp akut. Meli yang udah glow up jadi cool auntie cuma geleng, “Betul. Mike juga terlihat seperti itu.” Dalam hati, “Dasar bocil, masih aja nge-fans sama om-om.” Rati gas puji Leon, “Kak Leon punya mata yang sedih tapi cantik. Jika diibaratkan dengan musim, ia seperti musim hujan yang berangin.” Cringe level 100, tapi Bu Meli support, “Kalau aku tahu kamu seekspresif ini. Seharusnya aku menyuruhmu untuk jadi penyair daripada designer.” Plot twist: Rati sebenernya pengen jadi content creator ship diri sendiri sama Leon. Sesion delulu makin spicy pas Rati reveal hadiah: foto Mike ukuran 4x6, “Aku mau memberimu sebuah hadiah.” “Aku tidak mau. Kamu pasti memberi hadiah yang aneh.” Meli judge, tapi akhirnya terpaksa terima. “Semoga Kak Mike tidak menyakiti Bu Mely. Awas saja kalau dia berani,” Rati gumam sambil visualize Mike di-ghosting Meli. Rati lanjut flex fantasy-nya, “Aku ingin pergi ke pulau tak berpenghuni bersama Kak Leon. Aku memakai gaun berwarna merah muda dan naik sepeda bersamanya.” Delulu level 999! Meli auto ketawa, “Hahahah kamu pikir di pulau tanpa penghuni akan ada sepeda.” Tpi Rati Stay confident, “Aku sudah punya rencana yang sangat matang.” “Rencana apa?” Meli penasaran. “Liat aja besok,” Rati jawab misterius sambil senyum kayak Harley Quinn yang baru plot kejahatan. Balik ke kantor Leon, Mike curhat soal Steven yang mau nikah lagi. “Berarti kalau dia jadi menikah ini yang keempat kalinya.” Leon nyinyir, mukanya kayak liat spoiler drakor yang ending-nya plot twist gagal. Mike yang playboy seumur hidup tiba-tiba existential crisis, “Apa gue harus nikah juga? Tapi gue kan masih puber kedua…” Dalam hati, “Meli pasti bakal ghosting gue kalo gue minta maaf lewat DM.” Vibe keseluruhan? Chaotic kayak t****k Live yang host-nya lagi mabuk. Leon berusaha focus di kerjaan tapi otaknya auto replay momen Rati jatuh di lapangan golf. Rati? Masih delulu ship diri sendiri sama Leon siapin plan pulau tak berpenghuni—yang sebenernya cuma glamping di Puncak pake filter IG. Meli dan Mike? Masih di situationship abadi, “Kami comfortable kok~”. Padahal comfortable-nya kayak celana jeans ketat—sakit tapi gak mau ganti. Steven? Nikah ke-4? Yasudah, doi mah expert di bidang failed marriage. Kalo perlu, buka kursus “How to Lose a Wife in 10 Days”. --- Keesokannya Rati mulai menjalankan misi pertamanya. Suasana Kantor Leon lagi chill kayak biasa. AC-nya drifting di suhu 18°C, laptop doi open di layar dokumen kasus, coffee cup udah kosong sejak zoom meeting pagi. Tiba-tiba… BAM!!! Pintu kantor dibanting kayak adegan ainetron pas ibu marahin anaknya. Yang masuk? Rati, si queen of delulu, bawa energy chaotic kayak t****k challenge gagal. “Aku ingin menuntut kakakku!” Rati nyeruak sok galak, padahal dalam hati cuma pengen Leon ajak doi date ke cafe aesthetic. “Menuntut Ana?” Leon angkat alis kayak abis liat IG story gebetan flex pacar baru. “Aku ingin menuntut kakakku, yang sudah memaksaku untuk menyukai pacarnya. Karena itu aku mengalami gangguan psikologis yang membuatku depresi berat.”, Dialog-nya nyastra kayak plot sinetron lokal jam 7 pagi. Leon facepalm dalem hati: “Ni cewek ngegas lawsuit cuma buat alasan ketemu gue? Level simp-nya udah over 9000.” Tapi doi tetap professional mode on, “Tapi aku adalah pengacara resmi perusahaan kakakmu.” Bruh, Rati langsung freeze kayak buffering YouTube pas sinyal 2G. Rati dalam hati, “Anjir, gue lupa kalo doi lawyer-nya Ana! Harusnya gue bikin alesan lain—kayak tuntut dia ilangin koleksi sneaker Mike!” Mukanya merah kayak filter IG Valentine, tangan keringetan pegang fake dokumen yang isinya cuma print-out meme Leon dari IG story. Leon side-eye ke file Rati: “Ini mah bukan berkas hukum, ini scrapbook stalker!” Leon dalam hati, “Gue udah handle kasus korupsi pejabat, divorce artis, sampe sengketa startup—tapi kasus Rati? Ini level final boss, " Tapi doi gak mau judge—kan masih punya sisa-sisa simpati buat si bocil 24 tahun yang gagal move on ini. Doi tarik napas dalem, coba nego, “Kalo mau lawsuit, kamu perlu bukti konkrit. Bukan… screenshot IG story Ana yang ngepost foto sama Mike.” Rati auto speechless. Dia cuma bisa nunduk, mukanya kayak anak kucing ketauan nyuri ikan. “Tapi… gimana dong? Aku kan pengen justice!”, Alasannya sok heroic padahal cuma pengen Leon peluk doi sambil bilang , “Jangan sedih, aku di sini”. 10 menit kemudian, “Oke, kalo gue gak bisa nuntut Ana… gue mau nuntut Kak Leon aja! Alasannya? Kakak ghosting aku 5 tahun lalu, itu trauma seumur hidup!” Leon langsung drop kopinya, “Apa-apaan ini?! Gue ghosting oo? LO YANG KABUR KE KANADA!” Vibes kantor langsung panas kayak Twitter war geprek BTS vs Blackpink. Rati nangis bombay sok korban, “Kakak gak pernah reply DM aku waktu itu!” Padahal doi waktu itu kirim 100+ DM isi quote Taylor Swift + fancam Leon pas main golf Squad Ana di grup WA udah auto forward kabar ini, “Rati mau Nuntut kakaknya demi Leon—BOCIL EMANG GA ADA OBAT!” Ana auto react pake emoji 😤 + voice note 5 menit isi rant, “njir Jadi Gue kirim doi ke Kanada buat apa?!" #RENCANA PERTAMA GAGAL.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD