Rati nempel erat banget ke Leon, suaranya gemeter kayak lagi tes open mic:
"Aku sangat merindukanmu, Kak." desanya lirih
Leon langsung masuk freeze mode dong, tangan ngangkat setengah hati kayak orang kena serang hantu.
"Ya, sudah lama kita tidak bertemu,", jawabnya sambil ngegas ala-ala ChatGPT yang lagi error.
Ana yang dari tadi standby mode Overprotective big sis langsung nyamber.
"Ini mah udah level deluxe!" , gumam sambil geret tangan Rati pake jurus ibu-ibu copot diskon flash sale.
"Dasar gadis gila. Kakakmu itu di sini," pungkas Ana ngegas sambil jentik-in dahi Rati kayak nge-reset router.
Rati side-eye ke Ana kaya nonton spoiler ending drakor ngedumel kayak, " lo gak ngerti gimana gue tahan 5 tahun jadi bahan meme di grup WA Leon!" !! Tapi doi cuma bisa gigit bibir, bayangin semua drama dulu pas Ana launch operation pengiriman paksa ke Kanada.
Leon masih nongkrong di posisi awkward NPC, mukanya campur guilty sama bingung kayak, "Ini harusnya aku minta maaf atau kabur ke toilet?", gumam si Leon sambil ngecek jam tangan kayak ada schedule meeting.
Steven sama Mike yang jadi penonton free premium langsung bisik-bisik, "Nih bakal jadi bahan podcast kita minggu depan—'Saudara vs Situationship'."
Meli dari balik pohon nyengir sambil nge-record: "Fix ini bakal jadi 10 part thread Twitter." , senyum ala-ala joker
Ana terus mode helicopter sibling, narik bahu Rati, "Lo pulang buat ini? Daripada ngejar kakek-kakek, mending lu balik dah !"
Rati dalam hati pengen teriak: "Gue bukan bocil lagi yang bisa dikontrol kayak SIM keliling!"
Tapi ujung-ujungnya Rati nyamber juga peluk Ana dengan vibe ala-ala.
"oh-iya-ada-kakak-juga", sengaja nunjukin petty energy gegara Ana iri doi peluk Leon duluan.
"Bagaimana kabarmu kakak?" , tanyanya casual, padahal sebelahan mata lagi ngintip Leon yang masih stuck di mode awkward NPC.
Ana langsung nge-gas,
"Bukannya kamu akan kembali bulan depan?", mukanya campur curiga kaya detektif kehilangan diskon.
Rati ngejawab ala bocil yang ketauan bohong, "Tiket pesawatnya lebih murah kemaren," padahal dalang sebenarnya pengen buru-buru ketemu Leon sebelum doi ghosting lagi kayak dulu.
"Ngomong-ngomong, kakak-kakakku ini makin tua ya,", Rati nyinyir, lempar shade ke Mike yang udah kepala empat.
Mike langsung clap back, "Usia kami semua sudah kepala empat,", sambil nyengir kaya orang yang tau diri punya utang muda.
Rati gak kalah savage, "Jangan bilang kalian masih main-main sama cewek makanya belum nikah,". mukanya innocent tapi nadanya kaya pengacara interogasi.
Ana langsung spill tea, "Kakakmu ini udah punya pacar. Mike juga pacaran sama gurumu!".
Rati auto glitch, "Apa?? Si playboy ini berani pacaran sama guru kesayanganku? Awas lo nyakitin doi, Kak Mike! Gue bakar koleksi sneaker lo!". Ancaman ala mafia tapi pakai suara cempreng.
" Wah si kecil udah berani ancam. Wajahmu banyak berubah," jawab Mike cengengesan sambil ngeledekin glow up Rati yang dari cupu jadi it girl.
" Usia gue 24 tahun, tentu makin cantik " jawab Rati ngibasin rambutnya ala F4, sambil stay side-eye ke Leon yang dari tadi diem kaya orang kena silent treatment di grup WA.
Leon masih aja mute, cuma bisa geser kacamata kayak mau ngilangin guilt.
Ana ngeliatin mereka berdua sambil dalam hati ngedramain skenario worst case: "Kalo sampe mereka balikan, gue harus pindah negara."
Sementara itu, Steven sama Meli di belakang lagi sibuk bookmark semua dialog buat bahan konten t****k #FamilyDrama.
Lalu Rati dan Kakaknya, Ana kembali ke rumah mereka. di ikuti oleh Leon yang udah sejak 5 taon lalu nebeng disana.
Begitu sampe di rumah, Rati langsung flop ke sofa kayak bintang t****k habis shoot konten.
"Ahhhh... Senangnya bisa kembali ke rumah," celetuknya sambil stretch ala orang baru menang giveaway.
Ana yang masih mode overprotective langsung interogasi, "Siapa yang bawa barang-barangmu ke sini?" , Mukanya curiga kaya takut Rati hire moving crew pakai duitnya.
"Bu Mely yang jadi logistics manager gue, ", Rati jawab santai, sambil scroll IG Leon yang masih belum upload story sejak kejadian di lapangan golf.
Ana side-eye sambil geleng-geleng, "Gimana kuliah di sana? Mainstream atau worth it?"
Rati ngibasin rambut ala influencer , "Tentu worth it dong !! Sekarang gue fluent Inggris level rizz master," pamer sambil fake British accent ala Emma Watson.
Ana clap back dengan Asian parent guilt, "Lo tau kan biaya kuliah lo itu double harga iPhone 15 Pro Max?" tegasnya
Rati eye roll, "Kakak kira gue clueless? Gue grind tiap hari biar ROI-nya gak flop,", balasnya pake diksi korporat ala-ala LinkedIn.
Ana cuma bisa nod setengah proud, "Minimal lo hustle beneran, bukan cuma delulu kayak dulu."
Sepanjang obrolan, Rati lowkey kepikiran Leon. Dalam hati, doi rant, "Mana update-nya sih? Ghosting lagi kayak WiFi kosan." Tapi di depan Ana, tetap keep cool ala main character.
tiba si ruang Tamu,
Ana drag koper Rati ke kamar tamu ala forced roomate assignment. Rati langsung glitch shock kayak, "Loh, kenapa gue tidur di kamar tamu? Ini kan zona no vibes."
Ana clapback dengan logika ala emak-emak, "Leon lagi nempati kamar lo. Belum sempat redecorate soalnya lo zoom pulang dadakan. jadi Sementara chill di sini dulu. Nanti kalau udah fixed, lo bisa reclaim kamar lo sendiri." tegas ana ngejelasin
Rati panic mode dong , "Apa Kak Leon bakal ditch rumah karena gue balik? Kita bisa co-living kan? Gue chill kok!" ujar Rati sambi ngangguk gak jelas
" Dasar delulu. Kakakmu ada di sini, gak mungkin itu terjadi . Lo paham maksud kakak kan? udah !! Fix-in barang-barang lo dulu sana!" jawab ana sambil pasang facepalm nge-judge
Rati grumpy sebenernya, tapi nurut, "Oke deh, gue unpack.". Dalam hati, doi rant, "Kakak mah sister complex level 100. Gue pengen share roof sama Leon aja di-block!"
Sambil fold baju, Rati daydreaming pelukan tadi.
"Aroma Leon masih nempel di hoodie gue… Harus gue save nih baju buat memory lane atau gue laundry?" , Mikirnya sambil cringesendiri. *"Dasar *simp* akut."*
Sepanjang malam, Rati scroll IG Leon yang masih ghosting doi, sambil replay muka doi waktu freeze di lapangan golf.
Ana di ruang sebelah sibuk plan skenario worst case buat lock semua potensi Rati-Leon interaction.
***
Di sisi lain, Leon masih shook gegara Rati drop muncul unannounced. Dia vibe bareng Mike—sahabatnya yang lowkey paling chill dan get semua drama-nya.
"Dia udah glow-up maksimal ya.", Mike nyeletuk sambil side-eye , Nadanya sok santai padahal ngasih bit biar Leon open up.
Leon jawab flat, " Benar," sambil avoid eye contact kayak lagi scroll IG feed.
Mike push lagi, "Itu saja?" , Mukanya judgy banget kayak netizen lihat plot twist garing.
" Memangnya apa lagi? " jawab Leon sambil angkat alis ala detektive swasta
Mike sigh dalem hati, "Orang ini mah level dense." Tapi tetep spill , "Gak ada sih. Cuma lo kayaknya masih jadi first love-nya."
Leon mute total, wajah blank kaya orang kena spoiler ending drakor.
"Lo punya backup plan tempat tinggal? Soalnya Ana bakal evict lo gegara Rati." , ujar Mike switch topic biar gak awkward
Leon grind gigi, "Gue harus hustle cari spot ASAP."
"Crash di rumah gue aja. Tapi no simp ke Rati ya, respect the zone." Mike offer ala temen sejati,
Sepanjang jalan, Leon overthink semua interaction sama Rati tadi. Mikir "Apa gue harus ghosting lagi atau confess?"
Sementara Mike judge ekspresinya kayak nonton reality show yang plot-nya ngebosenin.
#gimana menurut kalian, kasih masukan dong