Mengharapkan Restu

935 Words

Pagi-pagi sekali mobil yang Davie kendarai telah terparkir di depan rumah Ian Anggoro, kakak Zahra. Zahra terlihat begitu khawatir saat kakinya menapaki halaman depan rumah sang kakak. Dia takut Ian akan murka dan berbuat hal brutal pada Davie. Terlebih setelah acara kaburnya ke apartemen Davie diketahui Ian. "Ayo, kita masuk. Hari minggu kakakmu pasti ada di rumah, kan?" tanya Davie yang hanya dijawab anggukan lesu Zahra. Langkah Zahra terasa berat sekali ketika Davie menarik tangannya agar mereka berjalan bersama untuk menemui Ian. Dapat dia rasakan remasan tangan Davie pada tangannya, seolah memberikan Zahra kekuatan agar mereka sama-sama berjuang. Ditatapnya wajah tegas Davie yang tetap melangkah maju, bahkan tak ada keraguan dalam sorot mata laki-laki itu. "Aku ingin bersamam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD