Davie menghempaskan tubuh ke ranjang begitu dia memasuki kamar. Mengembuskan napas berat, lalu memijit pelipisnya yang terasa berdenyut ketika mengingat ucapan Yuda tadi saat di kantor. Davie dan semua jajaran direksi telah selesai rapat. Laki-laki itu berjalan di belakang pak Nicko dan Yudanta tanpa sepatah kata pun. Dia mendengarkan keduanya berbincang hingga sampai di depan kantor. "Kalau begitu aku masuk dulu. Kamu temani sahabat lamaku ini untuk berkeliling hotel kita ya, Dav," ujar Niko. Kemudian perhatiannya dia alihkan pada Yuda. "Maaf aku tak bisa menemanimu karena ada pertemuan penting hari ini," sambung Nico menyesal. Yudanta tersenyum memaklumi. "Tak masalah. Lagi pula aku ingin berbincang dengan GM-mu yang hebat ini," jawab Yuda melirik Davie. Davie tersenyum kaku mend

