Menanti Hari Bahagia

1118 Words

"Ada apa kamu meminta bertemu di sini?" tanya Davie dingin pada wanita di depannya. Mita tak membalas ucapan bernada sinis itu. Dia berusaha bersikap setenang mungkin. Meski gemuruh di dadanya kian menjadi. "Aku hanya ingin meminta maaf untuk semuanya. Aku tahu kamu mungkin sudah nggak sudi lagi melihatku. Tapi ... tak bisakah kita berteman, Dav?" Mita memberanikan diri menyentuh tangan Davie yang ada di atas meja, Tapi laki-laki itu langsung menariknya. Seolah tak ingin lagi terjebak dengan kebaikan palsu wanita ini. Davie mengembuskan napas berat. Ditatapnya Mita sejenak. Biar bagaimanapun wanita di depannya telah banyak menolong selama ini. Sama seperti yang Luky lakukan untuk Zahra. "Ya ... aku sudah memaafkan mu. Terimakasih untuk semua kebaikan kamu selama ini, sama aku dan mam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD