Zahra baru saja keluar dari taxi ketika seorang laki-laki bertubuh tinggi menegurnya di depan lobi apartemen. "Mbak Zahra." Zahra reflek menoleh pada sumber suara. Wanita itu memicingkan matanya. Zahra sedikit terkejut begitu dia mengingat bahwa laki-laki itu adalah asisten ayah Davie. Zahra memutuskan mendekat meski dia enggan. Mengingat Davie sudah mewanti-wanti agar dia tak berurusan dengan segala hal yang terkait Yudanta. "Anda, kenapa bisa di sini?" tanya Zahra basa-basi. Dia jelas tahu tujuan laki-laki ini pasti memang ingin menemuinya. "Bisa kita bicara sebentar di sekitar sini?" pinta laki-laki itu penuh harap. Zahra tak kunjung menjawab, dirinya masih bimbang antara harus menuruti perkataan Davie, atau memberi laki-laki ini kesempatan. "Hanya sebentar, Mbak. Ini sangat p

