"Gue denger, lo udah tiga hari enggak ke kantor," ujar Ben saat pria itu masuk ke dalam rumah Gabe yang berantakan. "Gabe!" Ben terus saja melangkahkan kakinya hingga ia berhenti di depan pintu kamar Gabe. "Gabe!" Sekali lagi Ben berseru karena pria yang dicarinya tak kunjung ia temui meski ia sudah mengecek ke ruang kerja Gabe yang ada di rumah mewah itu. Prangg. Suara barang yang pecah terdengar dari dalam kamar Gabe. Ben bergegas masuk setelah memutar knop pintu yang ternyata tak terkunci. "Lo ngapain?!" tanya Ben dengan nada bicaranya yang sedikit meninggi. Gabe yang setengah sadar karena sedikit mabuk itu bangkit dari duduknya di sudut kasur dan menghampiri Ben. Ditariknya kerah kemeja yang Ben gunakan. "Lo kemana aja? Kenapa enggak ada kabar tentang Selly? Lo ngapain aja, hah?!

