Rumaisyah menyadari ekspresi kesal Sarah. Ia tak mau, Sarah marahan lagi dengan Sultan. "Bukan Bu," ucap Rumaisyah, ia segera meralat dugaan ibu dari salah satu pasien di kamar itu. "Beliau Bos saya, dan ini istrinya," ucap Rumaisyah. "Su-suami saya di luar negeri, kerja." "Owalah, saya kira, soalnya tadi bosnya gercep banget bantuin, terus keliatan khawatir," kata ibu tadi. "Ah, Bos saya dan istrinya memang baik Bu," ucap Rumaisyah, ia menghela napasnya perlahan, tegang rasanya. Sementara Sultan, menatap tak percaya pada Rumaisyah. Lagi-lagi, istrinya itu berkorban demi menjaga perasaan Sarah. Sarah menutup tirai pembatas antar ranjang setelah ibu pasien tadi pergi. Ia lalu mendekati Rumaisyah. "Sakit apa?" tanya Sarah. "Demam, sama HB rendah," jawab Rumaisyah. "Sarah, aku mi

