"Itu hanya kecelakaan, bukan perselingkuhan, bukan?" Agam mulai berpendapat setelah mendengar cerita Sarah. "Ya aku tau, tapi ... kamu paham posisiku, aku gak salah, dan mereka memintaku merelakan?" Sarah menghapus air matanya. "Aku ingin benci mereka, tapi gak bisa. Ini akan lebih mudah kalau bukan Rumaisyah wanita itu!" "Tapi Sarah, kamu juga berhak bahagia dengan pria lain." Agam mengenggam tangan Sarah. "Tidak harus dengan Sultan." Sarah terdiam, ia juga pernah berpikir seperti itu, tetapi nyatanya, ia sangat mencintai Sultan. "Mungkin, kamu memang tidak berjodoh dengan Sultan," kata Agam. Sarah melepas genggaman tangan Agam padanya. "Aku bersama Mas Sultan lima tahun lebih, bukan hal yang mudah melepasnya." "Terus?" tanya Agam. Sarah terdiam sesaat, sebuah keraguan munc

