"Kami menikah, hanya sampai bayinya lahir, agar ada nama ayahnya di akte lahir," kata Sultan. "Sarah, sungguh, aku tidak mengkhianati kamu. Hanya kamu wanita yang aku cintai." Sarah menatap pada Sultan, lalu pada Rumaisyah bergantian. Ia diam, menunduk dan menahan isak tangisnya. Situasinya benar-benar sulit baginya. Ingin marah, tetapi dari penjelasan Sultan dan Rumaisyah, tak ia lihat mereka berbohong. Namun, tetap saja baginya terasa berat. Akan ada anak yang jadi pengingat hubungan di antara Sultan dan Rumaisyah. Meski pada akhirnya nanti mereka tak bersama, tetap saja, tak akan lagi sama. "Sarah, percayalah, aku hanya menikahi Rumaisyah demi status anakku saja, setelah lahir, aku akan ceraikan dia," kata Sultan, ia genggam tangan kekasihnya. Mendengar apa yang dikatakan Sulta

