MENGUNDURKAN DIRI

1032 Words
Setelah beberapa menit istirahat, kini mereka kembali bercinta. Saat Helena merasakan panas kembali pada tubuhnya, wanita itu memangut bibir Mike. Kemudian naik di atas tu-buh Mike. Kini, Mike tengah menikmati dua gundukan sintal Helena yang menggelantung indah ke arah wajahnya. Pria itu meremasnya, dan mengul-um puncak dadanya. Membuat Helena menggelinjang dan semakin menggerakkan tubuhnya. "Ah yes begitu, Baby. Ohh f**k!" erang Mike, ia menekuk kedua kakinya dan membantu Helena. Pria itu menghujam milik Helena dari bawah. Huja-man demi hujaman Mike berikan kepada Helena, sampai akhirnya. Mereka bercinta hingga menjelang pagi. Keesokan harinya, Helena menggeliat tertahan, wanita itu menggerakkan kelopak matanya secara perlahan. Sebelum akhirnya membuka kedua matanya, Helena memijit pangkal hidungnya. Ketika ia merasakan pusing yang menyerbu, setelah kesadarannya sudah penuh. Helena menunduk, melihat sesuatu yang terasa berat di perutnya. "Astaga!" Helena terkejut, wanita itu melotot ketika melihat tangan kekar melingkar di perutnya. Dengan jantung berdebar kencang, Helena membuka selimut yang menutupi tubuhnya. Kedua matanya semakin melotot ketika melihat jika ia tidak memakai sehelai benang pun. "Apa yang sudah kau lakukan b******k!" teriak Helena, ia menyingkirkan tangan Mike dengan kasar. Wanita itu beranjak bangun dengan meringis, ia menoleh ke arah Mike. "T-tuan Mike?" ucapnya terbata, Mike yang terusik akhirnya membuka kedua matanya. Pria tersebut beranjak bangun. "Kau sudah bangun, Helena?" tanya Mike, Helena menggelengkan kepalanya. Wanita itu menutupi tubuhnya dengan selimut. "A-apa yang sudah Tuan lakukan?" tanya Helena dengan suara parau, kedua matanya berkaca-kaca. Mike menaikkan sebelah alisnya, "kau tidak mengingatnya sama sekali? Seharusnya kau ingat bagaimana kejadian semalam sebelum bertanya kepadaku. Helena," ucap Mike, Helena mengeryit. Wanita itu mencoba mengingat kejadian semalam yang bisa membuatnya terdampar di kamar bersama Mike, tanpa sehelai benang pun. Ketika sudah mengingat semuanya, Helena memejamkan kedua matanya. Membiarkan air matanya luruh begitu saja. "Bagaimana bisa kau sebodoh ini, Helena," lirih Helena, wanita itu membuka pejaman matanya, dan menatap Mike. "Maafkan saya, Tuan. Saya benar-benar tidak tau jika akhirnya seperti ini, s-saya ... saya semalam mabuk. Maafkan saya jika sudah lancang menggoda, Tuan." Helena mengatupkan kedua tangannya di depan d**a, wanita itu terisak. Helena merasakan hancur, dan sedih. Bagaimana bisa dia se ceroboh ini? Kecewa kepada Billy, dan akhirnya ia memilih melampiaskannya dengan alkohol. Berakhir melewati malam panas bersama Mike. Bersama suami orang, lebih parahnya lagi—pria tersebut bosnya sendiri. "Maafkan saya, Tuan," ucapnya sekali lagi, Mike mendesah pelan. "Tidak apa-apa, aku tau kau sedang mabuk. Lagi pula kau melakukannya karena pengaruh alkohol," 'Alkohol yang sudah aku campur dengan obat perangsang,' batin Mike, ia tersenyum smirk. "Tidak perlu meminta maaf, karena kau tidak sepenuhnya bersalah. Aku yang seharusnya meminta maaf karena sudah merenggut kesucianmu," ujar Mike, Helena menggelengkan kepalanya. "Tidak, Tuan. Saya yang bersalah, sekali lagi maafkan saya," "Berhentilah meminta maaf, Helena. Kita sama-sama bersalah, aku sendiri tidak bisa menahan diri ketika kau goda. Jadi aku akan bertanggungjawab jika terjadi sesuatu kepadamu," sahut Mike. "Terimakasih sebelumnya, Tuan. Tapi Anda tidak perlu bertanggungjawab atas kesalahan saya sendiri, saya tidak apa-apa. Anggap saja jika semalam adalah kejadian kecelakaan yang tidak seharusnya terjadi, dan saya mohon untuk Tuan melupakan semuanya," mohon Helena, Mike menyeringai tipis. 'Bagaimana bisa aku melupakannya, jika aku sendiri yang menjebakmu. Helena, aku sendiri yang ingin mejeratmu. Lantas bagaimana bisa aku melupakannya?' batin Mike. "Baiklah, tapi aku tetap pada keputusanku. Helena, aku akan bertanggungjawab jika terjadi apa-apa denganmu. Bahkan aku akan menikahimu jika kau hamil," ujar Mike, membuat Helena terkejut. Hatinya sedikit menghangat. Namun, Helena sadar. Tidak seharusnya Mike mengatakan seperti itu, Mike sudah memiliki istri. "Tidak, Tuan. Saya tidak akan hamil," ujar Helena. Beberapa hari berlalu, Saat ini Helena, dan Mike sudah berada di Bali kembali setelah dari Paris. Semenjak kejadian malam panas itu, Helena menjadi pribadinya yang berbeda. Wanita itu menjadi semakin pendiam, beberapa kali wajahnya nampak murung. "Helena," panggil Mike, Helena menoleh. "Ya, Tuan?" Mike menghembuskan nafasnya perlahan, "ada apa denganmu, Helena? Sudah beberapa hari ini kau menjadi pendiam, kau masih memikirkan kejadian malam itu? Aku sudah mengatakannya, aku akan bertanggungjawab Helena," ucap Mike, Helena tersenyum, ia menggeleng. "Tidak, Tuan. Saya hanya kepikiran beberapa masalah, bukan permasalahan kita malam itu. Karena sesungguhnya saya sudah melupakannya," sahur Helena, membuat Mike mengeraskan rahangnya. 'Bukankah dia sangat kerasa kepala? Damn! Kau semakin membuatku penasaran, Helena,' Apartemen Helena, "Jadi kau akan resign?" tanya Melodi, Helena mengangguk. "Mau bagaimana lagi, Melodi? Aku tidak bisa bekerja bersama pria yang sudah menghabiskan malam panas bersamaku, apalagi malam itu kembali terjadi. Aku tidak nyaman, dan rasa bersalah beserta hancur terus menghantuiku," keluh Helena, wanita itu meneteskan air matanya. Ketika benaknya terasa sesak. Melodi mendesah pelan, ia menarik tubuh Helena ke dalam pelukannya. "Aku mengerti, kalau begitu lakukan apapun yang kau inginkan. Aku akan selalu mendukungmu, Helena," ujar Melodi, membuat Helena semakin terisak. Sementara di sisi Mike, pria tersebut sedang bersandar pada sandaran kursi kerjanya. Bibirnya mengulas senyum saat melihat videonya bersama Helena ketika bercinta. Ya—video, pada kejadian malam panas waktu itu. Mike dengan sengaja mereka kegiatan mereka, kini ia tengah menikmati video miliknya sendiri. "s**t Kau benar-benar membuatku gila, Helena. Kau harus secepatnya menjadi milikku, hanya milik Mike!" tekan Mike, sembari kedua matanya tidak lepas dari video panas di ponselnya. ** Keesokannya, "Selamat pagi, Tuan," sapa Helena ketika Mike baru datang, Mike mengangguk. Pria tersebut merentangkan kedua tangannya, Helena yang paham langsung mendekat. Wanita itu membantu Mike melepaskan jasnya, kemudian menaruh jas Mike ke tempat khusus jas. Mike sendiri sudah duduk di kursi kerjanya, ia mulai fokus dengan pekerjaannya. "Tuan," panggil Helena, ia menunduk. Mike mendongak, dan mengernyit. "Kenapa? Kenapa kau menunduk, Helena?" tanya Mike. "Saya ingin menyampaikan sesuatu, Tuan," ujar Helena, menerbitkan senyum di bibir Mile. Mike menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi, ia menarik simpul dasinya yang terasa mencekik. Mendengar jika Helena ingin menyampaikan sesuatu, membuatnya percaya diri jika Helena akan meminta pertanggungjawabannya. "Apa yang ingin kau katakan, Helena? Apakah hal yang sangat penting?" "Benar, Tuan," jawab Helena, Mike mengangguk. "Kalau begitu katakan, apa yang ingin kau sampaikan?" Helena mendesah kasar, ia mendongak. Menatap Mike dengan tatapan teduhnya. "Sebelumnya saya meminta maaf, Tuan. Saya tidak bermaksud mengingkari kontrak kerja, dan tidak bermaksud bertindak kurang profesional. Namun, saya juga benar-benar tidak nyaman dalam situasi ini ..." Helena menjeda ucapannya, ia menghembuskan nafasnya perlahan. Mike sendiri menaikkan sebelah alisnya. "Maafkan saya, Tuan. Saya harus mengundurkan diri dari perusahaan Anda," Deg!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD