Keesokan harinya,
Helena menggeliat, wanita itu meraih ponselnya yang sejak tadi berdering, dan menganggu tidurnya.
Helena membuka kedua matanya, ia menghela nafasnya perlahan saat melihat nama Melodi tertera di layar ponselnya. Dengan malas, Helena menggeser tombol hijau. Lantas mendekatkan ponselnya ke telinga.
"Hm?"
"Kau baru bangun? Apakah kau tidak melihat berita yang sedang trending?" ujar Melodi, Helena berdecak.
"Apakah kau bodoh? Aku baru saja bangun karena telefonmu sialan! Lalu bagaimana caraku melihat berita yang trending? Lagi pula berita sepenting apa sampai kau menghubungiku sepagi ini, Melodi," geram Helena, wanita itu beranjak bangun dan memijit pangkal hidungnya.
"Maafkan aku, tapi beneran beritanya sangat trending. Aku menyarankan kau melihatnya, tapi aku mohon jangan bersedih setelah itu,"
"Maksdunya?" tanya Helena dengan bingung.
"Lihat saja, kau akan tau nanti. Aku kirimkan link-nya," ucap Melodi, wanita itu mematikan sambungan telefonnya bersama Helena di sebrang sana.
Helena mengernyit, wanita itu menjauhkan ponselnya dari telinga, dan melihat pesan yang baru saja di kirimkan oleh Melodi.
"Berita apa sebenarnya?" gumam Helena, ia menekan link yang di kirimkan oleh Melodi. Saat link tersebut mengarah pada suatu berita, kedua mata Helena melotot sempurna.
"B-billy? Tidak, itu tidak mungkin Billy. Tapi berita ini? Foto ini?" Tubuh Helena terasa lemas, dadanya terasa sedikit sesak.
Memang Helena belum mencintai Billy, namun melihat perjuangan Billy selama ini sedikit meluluhkan hatinya. Tapi ketika kini ia melihat Billy memiliki scandal bersama seorang wanita lain, membuat Helena benar-benar kecewa. Sebab Helena sudah mencoba mempercayai Billy.
"Kau benar-benar jahat, Billy. Aku tidak pernah menyangka jika kau sejahat ini." Helena mengusap air matanya, wanita itu mencari nomor ponsel Billy dan mengetikkan beberapa kalimat di pesan tersebut.
Setelahnya, Helena memblokir nomor Billy dan menghapusnya. Wanita itu kembali menangis.
Sementara Mike, ia tersenyum puas melihat Helena yang nampak sedih.
"Selangkah lagi, Baby," ucap Mike, pria tersebut menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi, ia menyesap wine di tangannya.
Mike benar-benar puas dengan kerja keras Alvin, yang mana bisa membuat Helena benar-benar sedih, dan kecewa kepada Billy. Kini tinggal satu langkah lagi, dan Mike akan mendapatkan Helena.
Ruang makan,
"Ada apa dengan wajahmu, Helena?" tanya Mike pura-pura, ia duduk di depan Helena. Helena sendiri mendongak, dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, Tuan," jawabnya, Mike mengangguk. Pria tersebut memilih menyantap hidangan sarapannya, dan menahan untuk bersikap seacar lebih kepada Helena.
Setelah makan pagi, Mike ingin kembali ke kamarnya. Namun, ia membalikkan badannya sejenak ke arah Helena.
"Lusa kita kembali ke Indonesia, pastikan laporanmu selesai," ucap Mike, Helena menatap Mike.
"Baik, Tuan. Tapi bolehkah saya nanti malam izin keluar sebentar?" tanya Helena, Mike menaikkan sebelah alisnya.
"Sure, silahkan pergi. Jangan kembali larut malam." Mike membalikkan badannya, ia melangkah pergi meninggalkan Helena yang menghela nafasnya perlahan.
Rex Club, 10.00 PM.
Helena tengah duduk di salah satu kursi, menikmati wine guna menghilangkan rasa sedihnya. Suara dentuman musik tidak membuat Helena terusik sama sekali, yang ada wanita itu semakin menikmatinya.
"Aku mau lagi," pinta Helena.
"Tapi Anda sudah habis lima gelas, Nona," ujar pelayan tersebut, Helena berdecak. Wanita yang sudah sedikit mabuk itu menoleh.
"Jangan banyak bicara, berikan saja yang aku minta!" sentak Helena, pria tersebut mengangguk, ia melirik ke arah depannya. Terlihat seorang pria berpakaian serba hitam mengangguk.
Pelayan tersebut segera mengambil serbuk pemberian pria berpakaian hitam itu, kemudian ia mencampurkan dengan minuman Helena dan memberikan minuman tersebut kepada Helena.
Helena meneguknya hingga tandas, wanita itu menari kecil dengan duduk. Hingga tak lama kemudian, tubuhnya terasa panas, ia menggeliat kecil.
"Helena, astaga ... aku sudah mengatakannya kepadamu untuk tidak kembali terlalu malam. Tapi apa sekarang, kau mala—"
"Mike..." Suara lembut tersirat erangan itu mengalun indah di telinga Mike, pria itu menaikkan sebelah alisnya. Menunggu akan tindakan apa yang di lakukan Helena.
Tiba-tiba, kedua tangan Helena mengalung indah di lehernya. Wanita itu menatapnya dengan sayu, tubuhnya bergerak gelisah menahan sesuatu.
"P-panas, tubuhku sangat panas. Bisakah kau membantuku, Mike?" Helena menempelkan tubuhnya pada tubuh Mike, ia bergerak gelisah. Sesekali suaranya mendesis.
Mike mengeraskan rahangnya, ia ingin sekali langsung menghujam Helena. Namun, ia harus menanamkan ingatan pada Helena jika dia sempat menolak.
Mike memegang kedua tangan Helena, ia menggeleng. "Tidak, Helena. Lebih baik kita kembali sekarang." Mike ingin membawa Helena keluar dari club, namun Helena menahannya.
Dengan berani, Helena mengarahkan tangan Mike pada gundukan sintalnya. "Aku mohon, Mike... panas. Rasanya benar-benar panas, aku ingin kau membantuku."
"f**k!" Mike mengerang, ia tidak tahan lagi. Mike menggendong Helena. "Kau yang memaksa, Helena. Jangan menyesal setelah ini." Mike membawanya menuju kamar pribadinya, setibanya di kamar pribadinya. Mike membaringkan Helena di atas ranjang.
Mike merobek pakaian Helena, ia melepaskan semua pakaiannya hingga kini keduanya sama-sama polos. Mike membuka lebar kedua paha Helena, lidahnya terjulur menjilati milik Helena yang sudah basah.
Helena menggeliat, tubuhnya semakin kelonjotan. Rasanya sangat nikmat, Helena benar-benar menginginkan lebih. Wanita itu mengapit kepala Mike dengan kedua kakinya, membiarkan Mike memuaskan miliknya di bawah sana.
Sampai pada akhirnya, Mike tidak bisa menahannya lagi. Ia menegakkan tubuhnya, mengurut miliknya yang sudah menegang sempurna. Mike menggeseknya pada milik Helena, membuat Helena menggeliat dan menggelinjang hebat.
Tak sabar ingin menikmati menu utama, Mike mendorong miliknya. Membenamkannya pada milik Helena.
"Oh Mike!"
"Ah s**t! Milikmu Helena."
Keduanya mengerang saling memanggil, Mike menunduk. Ia mengulum puncak bukit Helena secara bergantian, Helena sendiri meremas helaian rambut Mike, dan sedikit menekan kepala Mike.
Tidak hanya itu, Mike mulai menggerakkan pinggulnya. Menghujam milik Helena, sembari kedua tangannya yang bergerak meremas gundukan Helena.
Tubuh Helena menggelinjang hebat, rasanya sangat nikmat. Apalagi saat Mike memainkan biji kecil miliknya di bawah sana, yang bersamaan dengan hujaman Mike.
Sekujur tubuhnya terasa panas dingin, ia seakan-akan sangat haus sentuhan Mike. Mendambakan Mike untuk terus menghujamnya.
Lama dengan posisi ini, akhirnya Mike membalikkan badannya menjadi menungging. Mike kembali menyatukan milik mereka, dan kembali menghujam.
Hujaman demi hujaman Mike berikan untuk Helena, malam ini mereka menggelora kembali. Gairah keduanya sama-sama membara, suara desahan, dan erangan terus beradu dengan bunyi penyatuan mereka.
Sampai Helena mendapatkan pelepasannya terlebih dahulu, dan Mike mengejar pelepasannya setelah Helena. Pria itu meremas gundukan sintal Helena dengan keras, bukannya kesakitan. Helena justru semakin b*******h.
"Oh f**k! Kau membuatku gila, Helena." Mike menghentakkan miliknya beberapa kali, menumpahkan cairan cintanya ke dalam ra-him Helena.